Advertorial Bisnis Online

Tampilkan postingan dengan label perbankan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perbankan. Tampilkan semua postingan

Sejarah Berdirinya BRI dan Peran BRI hingga dunia modern saat ini

Tidak ada komentar:
Halo teman-teman, pada kesempatan kali ini Pusat Informasi akan membahas tentang Bank Rakyat Indonesia (BRI), salah satu bank terbesar di Indonesia. Kita akan membahas sejarah berdirinya BRI, bagaimana perjuangannya mendukung kemerdekaan Indonesia, dan peran serta BRI dalam perkembangan aplikasi digital terkini.

Sejarah Berdirinya BRI

BRI didirikan pada tanggal 16 Desember 1895 dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau Bank Bantuan dan Tabungan Pemilik Tanah Pribumi di Purwokerto, Jawa Tengah. Bank ini didirikan oleh sekelompok petani dan pejabat pemerintah setempat untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan permodalan.

Pada tahun 1942, selama pendudukan Jepang di Indonesia, Bank Bantuan dan Tabungan Pemilik Tanah Pribumi diubah namanya menjadi Bank Rakyat Indonesia. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, BRI menjadi bagian dari Departemen Keuangan dan berkembang pesat sebagai bank yang fokus pada melayani masyarakat kecil dan menengah.

Peran BRI dalam Mendukung Kemerdekaan Indonesia

BRI memiliki peran penting dalam mendukung kemerdekaan Indonesia. Pada masa perjuangan kemerdekaan, BRI menjadi bank yang melayani transaksi keuangan untuk perjuangan kemerdekaan. BRI juga membantu menghimpun dana untuk mendukung perjuangan kemerdekaan dan membantu dalam pengangkutan logistik dan bahan makanan untuk pasukan perjuangan.

Setelah Indonesia merdeka, BRI terus mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia. BRI menjadi bank yang memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat kecil dan menengah serta menjadi penggerak perekonomian Indonesia.

Peran BRI dalam Aplikasi Digital Terkini

Dalam era digital seperti sekarang, BRI terus berinovasi untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada nasabahnya. BRI menghadirkan berbagai aplikasi digital, seperti BRImo, BRILink, dan lain-lain untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi keuangan.

Namun, dengan munculnya aplikasi pinjaman online yang menawarkan pinjaman konsumtif dengan bunga yang tinggi, BRI terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan keuangan kepada masyarakat. BRI mengajak masyarakat untuk menggunakan produk pinjaman yang aman dan terpercaya serta memberikan edukasi tentang manajemen keuangan.

Kesimpulan


BRI merupakan bank yang memiliki sejarah panjang dalam mendukung kemerdekaan Indonesia dan pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia. Dalam era digital seperti sekarang, BRI terus berinovasi untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada nasabahnya dan memberikan pendidikan keuangan kepada masyarakat. Jadi, jika kamu membutuhkan layanan perbankan yang terpercaya dan aman, BRI bisa menjadi pilihan yang tepat untuk kamu.

Modus Penipuan Online #1 - Salah Transfer

Tidak ada komentar:


 

Rekans pembaca baru - baru ini mendapatkan transfer dari sumber yang tidak dikenal? Jangan buru - buru dikembalikan, siapa tahu ini modus penipuan!

Belakangan ini ada banyak sekali aksi penipuan yang terjadi. Mulai dari begal rekening berbentuk skimming, menukar kartu atm korban, mengganjal card reader sehingga kartu atm macet lalu mengintip PIN nasabah. 

 Nah belakangan ini ada modus penipuan baru yang di share oleh teman penulis. 

Ceritanya begini :

Penipu akan menelpon kita dan berpura - pura bahwa dia melakukan kesalahan dengan mentransfer sejumlah dana (misal 20 juta). Penipu kemudian akan mempersilahkan kita untuk melihat rekening bank untuk memeriksa apakah benar ada dana masuk pada tanggal dan rentang jam yang disampaikan penipu.

Nah biasanya karena kita benar memeriksa dan informasi tanggal serta jam tersebut benar kita bisa langsung mentransfer dana tersebut ke penipu. Namun rupanya teman penulis ini beruntung, dia tidak memiliki aplikasi mobile banking sama sekali.

Pada saat di telpon oleh penipu, dia bilang akan memeriksa dulu di bank, dan ternyata benar ada dana masuk melalui pencetakan rekening koran / buku tabungan.

Nah singkat kata kode remark / keterangan yang muncul pada buku tabungan / rekening koran ternyata bukan transfer dari penipu. Setelah di teliti, diketahui bahwa dana 20 juta tersebut berasal dari pencairan pinjaman online ke rekening bank atas nama korban.

Jadi kesimpulannya, entah bagaimana caranya, penipu bisa memiliki data calon korban termasuk KTP untuk melakukan pengajuan pinjaman online. Nah dana tersebut rupanya hanya bisa cair ke rekening bank sesuai KTP.

Celah inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh penipu. Penipu mencairkan pinjaman online ke rekening kita lalu kemudian menelpon kita seolah - olah dia telah salah transfer dan berharap agar uang 20 juta tersebut di transfer ke dia.

Sampai disini paham resikonya kan ya?

Nama kita dipakai untuk pinjaman online namun uang tersebut tidak pernah kita nikmati.

Resiko kedua adalah karena kita tidak tahu ada pinjaman online tersebut, pinjaman online itu akan membengkak karena bunga dan pokok yang tidak dibayar.  

Umumnya pemberi pinjaman akan melakukan langkah penagihan ketika tunggakan sudah cukup besar (terhitung Macet karena tidak membayar bunga / pokok sesuai jadwal angsuran). 

Kalau ini terjadi, pinjaman yang awalnya 20 juta tadi bisa berkembang lebih besar karena sudah termasuk bunga dan denda.


Sampai disini harusnya sudah paham kan ya?

Ingat tetaplah tenang jika ada yang menelpon dan minta tolong karena salah transfer atau salah isi pulsa. Walaupun benar ada dana masuk di rekening kita, masih ada kemungkinan sebetulnya itu adalah uang kita yang berasal dari pinjaman online atas nama kita.

Pertanyaan nya mungkin berkembang, bagaimana bisa pinjaman online atas nama kita dicairkan oleh orang lain ke rekening kita?

Coba cek apakah selama ini foto KTP pembaca pernah beredar di media sosial?

Apakah nama ibu kandung juga beredar? Apakah nomor rekening masih rahasia?