Advertorial Bisnis Online

Tampilkan postingan dengan label saham. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label saham. Tampilkan semua postingan

1 Lot = 100 Lembar Saham

Tidak ada komentar:
Setelah beberapa waktu vakum dalam jual beli saham, penulis hari ini memutuskan untuk menjual beberapa lot saham perbankan yang sedang naik daun. Dengan pertimbangan munculnya kerusuhan yang dapat mengakibatkan turunnya harga saham menjelang pemilu untuk sementara saham dilepas dan dibeli kembali setelah pemilu selesai.

Ada 1 hal yang membuat sedikit terkejut yaitu adanya perubahan jumlah lembar saham untuk 1 lot pembelian. Apabila dahulu 1 lot saham memiliki 500 lembar saham maka saat ini hanya 100 lembar saham saja. Lalu bagaimana dengan fraksi pembelian dan penjualan saham? 
"Fraksi pembelian dan penjualan saham gampangnya adalah tingkat naik/turun harga saham"
 Selengkapnya pengaturan jumlah lot dan fraksi jual beli saham diatur sebagai berikut :



 Harga Saham   Fraksi  
 < 200          1
 200 - 500          5
 500 - 2000        10
 2000 - 5000        25
 > 5000        50




Harga Saham Fraksi 
< 500 1
500 - 5000 5
> 5000 25

Bermain Saham di Kantor

Tidak ada komentar:

Investasi Saham


Hari ini penulis ingin sharing sedikit tentang kegiatan penulis selama beberapa bulan mencoba berinvestasi di pasar saham. Pada awalnya beberapa rekan memang berpendapat bahwa investasi saham termasuk kegiatan yagn mengandung unsur judi dan harus dihindari. Bila pembaca masih berpikir demikian, ada baiknya membaca tulisan saya sebelumnya tentang halal bermain saham.

Nah, kebanyakan dari pemain saham rupanya adalah pekerja kantoran yang bekerja dari jam 7.30 pagi hingga 16.30 sore. Kalau dilihat dari waktu kerja, tentunya kegiatan bermain saham dilakukan pada jam kantor bukan? Lalu bagaimana agar kita bisa tetap berkonsentrasi bekerja dan bisa memonitor saham?

Menurut pengalaman penulis, hingga saat ini bursa saham indonesia sangat tergantung dengan regional. Dalam bahasa sederhana bisa diartikan pergerakan saham akan terpengaruh oleh bursa saham di negara tetangga.

Penulis mengamati selama beberapa bulan bahwa apabila bursa saham ^DJI (Dow Jones Industri) naik maka bisa dipastikan akan ada kenaikan harga saham pada sesi pagi. Namun demikian kenaikan ini bisa bervariasi, bisa saja naik / raly sebentar lalu kemudian terjadi koreksi (harga turun) kembali. Dan bisa saja naik terus hingga akhir sesi pertama.

Lalu bagaimana dengan sesi kedua? Bukanka data ^DJI sudah terlalu lama untuk dipegang dan pasar sudah jauh berkemban? Betul sekali, memang pada sesi kedua biasanya penulis tetap memonitor pergerakan harga saham regional di negara yang memiliki waktu lebih cepat dari kita seperti hongkong ataupun jepang.

Hangseng ataupun Nikkei bisa kita jadikan acuan perkembangan IHSG hingga sesi kedua. Apabila kedua bursa nergara tetangga tersebut memerah, umumnya investor lokal pun akan mengikutinya dengan melakukan aksi jual.

Nah disini dapat diambil kesimpulan, saham bluechip umumnya memang bergerak berdasarkan pasar regional. Ada dua buah waktu yang tepat untuk melakukan monitoring harga saham yaitu pagi hari pada sesaat setelah pembukaan IHSG (jam 9.30) dan sore hari menjelang penutupan (jam 16.00).

Dengan berbekal ilmu sederhana ini, penulis bisa memahami psikologis investor lain yang memang mengacu pada hal ini. Namun ingat, setiap strategi investor biasanya berlaku untuk investor itu sendiri.

Pembaca harus menemukan gaya berinvestasi saham sendiri dengan memadukan berbagai ilmu dan "bisikan" yang ada di Internet. Penulis sendiri memahami, bahwa harga saham sangat tergantung oleh kinerja perusahaan, namun rumor yang beredar juga bisa menjadi cukup ampuh untuk menaikkan harga atau menurunkan harga apabila rumor tersebut dipercaya oleh banyak sekali investor.

Selamat berinvestasi!

Halal bermain Saham

Tidak ada komentar:
halal bermain saham



Beberapa orang masih mempertanyakan mengenai halal dan tidaknya bermain saham. Penulis sendiri berpendapat ilmu yang paling tinggi adalah Al-Qur'an dan disitu telah diatur beberapa hukum yang mendekati investasi saham diantaranya :
  • Hukum Jual Beli
  • Hukum Sewa Menyewa
  • Hukum Hutang Piutang
  • Hukum Bagi Hasil
  • Hukum Upah Mengupah
Lalu bagaimana dengan halal dan tidaknya bermain saham, karena pada saat Al Qur'an diturunkan memang belum ada investasi saham. Bagaimana fatwa dari ulama mengenai halal tidaknya bermain saham? Bukankah kita diminta untuk mempelajari fatwa ulama bila tidak diatur dalam Al Qur'an dan Al Hadis

Pada prinsipnya jual beli saham menganut banyak sekali poin-poin penting dari hukum jual beli itu sendiri. Oleh karena itu sebetulnya ada beberapa aturan mengenai jual beli saham yang dapat diterapkan agar kita tidak ragu yaitu :
  1. Memastikan saham tersebut tidak mewakili uang murni karena jual beli uang diharamkan
  2. Pastikan saham tersebut sudah dimiliki sebelum dijual, ini berarti tidak diperbolehkan melakukan perintah sell sebelum melakukan buy (hanya bisa di investasi index)
  3. Pastikan saham tersebut adalah milik kita sebelum dijual. Ini dimaksudkan kita tidak diperkenankan menjual saham apabila kita belum membayar sejumlah uang untuk saham dimaksud. Ini berlaku pada saat seseorang menggunakan fasilitas buy diatas uang cash yang dimiliki olehnya.
  4. Pastikan saham tersebut bukanlah saham dari perusahaan yagn menjalankan usaha yang tidak halal. Contoh : Anda berpendapat bahwa perbankan itu menjalankan usaha yang bersifat riba, maka tidak diperkenankan untuk membeli saham perbankan. Contoh yang lain ialah bila anda berpendapat merokok itu makruh atau haram maka begitu pula hukum yang berlaku bila anda membeli saham perusahaan rokok.
Penulis sendiri berpendapat bahwa satu hal yang membedakan antara halal tidaknya perdangan saham dengan haramnya judi adalah pada saat berjudi, kita sama sekali tidak dapat melakukan apapun dan hanya bergantung pada bergulirnya dadu. Pada perdagangan saham, khususnya saham tertentu dengan pergerakan yang "seharusnya" (saham blue chip) maka kekawatiran untuk rugi cenderung berkurang karena perusahaan tersebut pasti berusaha untuk meningkatkan labanya dan atas kinerja perusahaan inilah pasar kemudian mengapresiasi harga saham dengan maksud pembagian keuntungan / deviden yang lebih besar.

Pembagian keuntungan inilah yang sebetulnya dikejar oleh investor saham, bukanlah jual beli dengan mata tertutup tanpa pertimbangan dan hanya berharap saham tersebut mengalami kenaikan. Bila ini terjadi maka tidak akan ada bedanya dengan pasrah terhadap putaran dadu tersebut.

Lalu bagaimana dengan perdagangan saham gorengan? atau bagaimana bila saham blue chip tersebut digoreng sehingga harganya melonjak? Apa bedanya saham blue chip dengan saham gorengan bila ini terjadi?

Penulis mengerti masih banyak hal yang meragukan bagi diri sendiri. Untuk itulah penulis mengajak agar kita tidak mengharamkan sesuatu yang kita ragu akan hukumnya. Akan lebih baik bila sesuatu itu kita tinggalkan berstatus syubhat dan jauh lebih baik bila kita menjalani semua yang bersifat syubhat.

Wallaahu A'lam bi Shawaf

Investasi ORI008

Tidak ada komentar:


Setelah beberapa minggu ini bursa regional dilanda koreksi yang cukup dalam. Seluruh saham plat merah juga kemudian sejalan mengikuti harga wajar sebelumnya.Peluang investasi di saat ini tidak terlalu bagus di pasar saham dan bahkan beberapa orang sudah mengalihkan investasinya di Emas.

Pemerintah pun mengeluarkan beberapa peluang investasi baru diantaranya adalah ORI008 (Obligasi Ritel Indonesia ke - 08). Bagaimana tata cara investasi di ORI? berapa bunga ORI008 dan dimana ORI008 bisa diperoleh? Siapa saja yang ditunjuk sebagai Agen ORI008?

ORI008 diterbitkan oleh pemerintah Indonesia dengan seri ORI008. Seperti halnya produk ORI dan Sukuk ritel sebelumnya, ORI008 ditawarkan dengan jangka waktu 3 tahun dan masa penawaran 7 s.d 21 Oktober 2011. Bunga ORI akan diumumkan kemudian pada tanggal 05 Oktober 2011 dengan satuan perdagangan RP. 5 Juta per obligasi dan maksimal pemesanan senilai Rp. 3 Milyar.

Ori akan dijatahkan pada tanggal 24 Oktober dengan settlement date 26 Oktober 2011 dan pencatatan di bursa pada tanggal 27 Oktober 2011 serta jatuh tempo pada tanggal 15 Oktober 2014

Berbentuk Fix coupon, pembayaran bunga dilakukan secara periodik tiap bulan setiap tanggal 15 dan dibayarkan pertama kali pada tanggal 15 Desember 2011.

ORI008 dapat dijual sebelum jatuh tempo, sesuai harga pasar. Seluruh perbankan ditunjuk akan bertindak sebagai Standby Buyer.

Tangga Lagu Terbaru GenFM

Tidak ada komentar:


Hi pembaca pusat informasi, refreshing sedikit ya, setelah membicarakan banyak hal serius seperti perdagangan saham ataupun bisnis, jangan lupa deh memberi asupan gizi kepada otak dengan mendengarkan lagu. Kalau masalah lagu favoritku ya GenFM dengan slogannya "suara musik terkini".

Ok kalau kamu termasuk orang yang suka dengerin GenFM seperti tulalit (tujuh lagu paling komplit), semangat pagi, rumpa-rumpi maupun salah sambung, pasti deh penasaran dengan deretan lagu genFM. Seperti apa seh tangga lagu terbaru genFM dan dimana bisa download lagu-lagu tersebut di internet?

Gak usah jauh-jauh, pusat informasi sudah menyediakan kok deretan lagu terbaru genFM "suara musik terkini", lagu ini di host oleh indowebster dan mungkin karena saya menyediakan direct download ke file mp3 tersebut, ada kemungkinan file tersebut sudah dihapus atau linknya berubah.

Jadi jangan tunggu lama untuk mendownload lagunya, buruan downlad semuanya ya dan sampai ketemu pada artikel bisnis maupun saham berikutnya.

Vierra - Terlalu Lama Afgan - Panah Asmara Citra Idol - Everybody Knew Kotak - Cinta Jangan Kau Pergi Angguna - Hanyalah Cinta Ungu Feat Rosa - Kupinang Kau dengan bismillah Geisha - Remuk jantungku Mulan - Abracadabra Armada - Pemilik Hati Run - Sepeda 7Icon - Play boy Utopia - Yang lalu Biarlah Berlalu

Peluang di balik Krisis

Tidak ada komentar:





Pada kehidupan ini, umumnya kita senantiasa dihadapkan pada berbagai macam pilihan. Semua hal yang kita temui adalah hasil dari pilihan-pilihan yang telah kita putuskan. Namun demikian rupanya ada berbagai macam pilihan yang sulit terutama di saat yang genting atau terjadi krisis. Bagaimana kita menyikapinya pada ranah bisnis maupun perdagangan saham yang kita tekuni?

Pembaca pusat informasi sebetulnya tidak perlu kawatir mengenai krisis atau bencana. Kata krisis (wei-ji) dalam bahasa cina sebetulnya terbentuk dari dua kata yaitu bahaya (wei-xian) dan peluang (ji-hui). Jadi apakah suatu masalah atau krisis hanya menjadi bahaya atau bahkan malah berbalik menjadi peluang sebetulnya itu murni tergantung pada diri kita sendiri.

Pada perdagangan saham misalnya, ketika saham yang telah kita tekuni sebelumnya turun tajam karena rumor tertentu, misalkan seperti turunnya saham perbankan belakangan ini karena terjadinya krisis di Amerika, Eropa dan China saham perbankan akan turun drastis.

Mereka yang memilih krisis hanya sebagai bahaya, tentunya akan menjual sahamnya malah menghindarinya pada waktu ini. Namun demikian bagi yang melihatnya sebagai peluang mungkin juga akan menjual tetapi mereka tidak menghindarinya, justru tetap memantunya dan membeli kembali pada saat harga saham tersebut dinilai sudah terlalu murah.

Sedangkan pada bisnis umumnya, ketika bencana terjadi seperti adanya kebakaran pada stan pasar yang kita miliki, kemungkinan akan ada pembangunan atau peremajaan baru. Bagi mereka yang melihat sebagai peluang, mereka dapat saja segera mengkaji sisi pasar mana yang lebih menguntungkan dan langsung mencari stand kosong untuk ditempati apabila dijual oleh mereka yang melihat kebakaran hanya sebagai bencana.

Itu hanya menurut saya, bagaimana menurut pembaca pusat informasi?

Strategi Investasi Saham

Tidak ada komentar:

Beberapa bulan yang lalu saya memyempurnakan strategi investasi saham/aturan main saham saya dengan hanya membeli saham ketika harga mulai turun di bawah harga rata-rata. Beberapa kali strategi ini berhasil dan menyumbang sedikit keuntungan yang saya gunakan untuk berinvestasi kembali.

Namun demikian rupanya masih banyak faktor penggerak harga saham yang masih bekum ku pahami. Diantaranya adalah berapa besar dana asing yang masuk saat ini? Dan apa saja yang mungkin membuat mereka menarik dananya untuk kemudian di tempatkan di negara lain ataupun instrumen investasi lain?

Ketidak tahuan kan ilmu ini mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit. Satu langkah terambil ketika IPO KRAS dilakukan waktu lalu. Saham tersebut tergoreng dan sempat terjadi margin yang cukup untuk profit taking, tetapi manusia memang bersifat tamak, saya belum sempat menjual kemudian KRAS turun kembali.

Pembelian saham ketika sedang down trend memang tidak disarankan. Terlebih bila itu dilakukan dengan faktor emosi tanpa didasari fundamental yang kuat. Ini terjadi lagi di beberpa hari ini dimana IHSG terpukul telak. Harga saham terkoreksi akibat tekanan jual asing yang cukup besar.

Lalu pada saat apa harusnya kita membeli saham?

Strategi investasi sahamku yang baru mempersyaratkan pembelian saham ketika uptrend dengan volume tinggi disertai pergerakan IHSG yang searah. Tentunya kita harus me research volume yang normal untuk mengetahui perilaku pesaing kita.

Ok selamat berinvestasi
Tidak ada komentar:

Cara Berinvestasi Saham

Setelah beberapa waktu menuliskan tentang investasi reksana dana dan kemudian saham, kali ini saya ingin mundur sedikit ke tata cara berinvestasi saham. Jadi mohon baaf bagi yang sudah ahli, kali ini tulisannya untuk pemula yang ingin bermain saham.

Sebelum mengenal cara bermain dan berinvestasi saham, kita harus tahu terlebih dahulu bagaimana saham itu diperdagangkan. (saya asumsikan anda sudah tahu saham itu apa? hehe berarti anda sudah intermediate ya)

Perdagangan saham dapat dilakukan oleh perorangan melalui pasar primer dan pasar sekunder.

Pasar Primer

Yang dimaksud dengan pasar primer adalah pasar perdana. Lebih mendasar lagi, saham yang diperdagangkan di pasar primer adalah saham yang pertama kali dijual kepada publik. Ini biasanya digunakan istilah Initial Publick Offerig (IPO). Jadi ingat tentang IPO Krakatau Steel (KS) .. ..

Pada saat IPO, perusahaan mengumumkan penjualan sahamnya melalui media massa dalam bentuk prospektus sehingga orang tertarik untuk mempelajari perusahaan tersebut dan kemudian memutuskan untuk berinvestasi dengan membeli saham perdana (IPO).

Kapan dan dimana saham perdana bisa dibeli?

biasanya prospektus yang disebarkan mencantumkan dimana saham tersebut bisa dibeli. Umumnya perusahaan bekerja sama dengan beberapa perusahaan sekuritas sehingga kita bisa membeli saham tersebut di perusahaan tersebut. Saham IPO juga memiliki tenggat waktu tertentu dimana anda hanya bisa melakukan pembelian saham pada waktu tersebut.


Pasar Sekunder

Setelah Jangka Waktu IPO selesai, apabila kita ingin membeli saham perusahaan tersebut, sebetulnya yang bisa dilakukan adalah dengan membelinya dari orang lain. Inilah yang disebut dengan pasar sekunder. Transaksi jual beli saham ini kemudian diatur oleh bapepam dan diberikan tempat khusus yang dinamakan bursa efek.

Transaksi jual beli saham di Bursa Efek dilakukan oleh sebuah perusahaan perantara atau pialang. Jadi sebagai investor, Anda bisa membeli saham melalui jasa pialang, dimana nanti Anda juga harus membayar fee pembelian dan penjualan kepada pialang sebagai pendapatan mereka. Fee tersebut umumnya berkisar antara 0,3 dari harga pembelian (untuk transaksi beli) dan 0,4 dari harga penjualan (untuk transaksi jual)

Karena hanya bisa dilakukan melalui perantara pialang, biasanya kita diharuskan untuk menjadi nasabah/member dari perusahaan sekuritas tersebut.

Langkah menjadi nasabah perusahaan sekuritas

Baiklah selain perkenalan tentang fee diatas, anda biasanya akan dijelaskan aturan main dari perusahaan sekuritas (ingat aturan main bisa saja berbeda ya). Beberapa hal yang mungkin standar adalah anda diharuskan untuk melakukan deposit sejumlah uang sebagai modal anda bertransaksi.

dari sejumlah modal tersebut anda diperkenankan untuk bertransaksi hingga 2x - 3x lipatnya dengan catatan pada hari ke-x anda diharuskan melakukan settlemen dengan cara rekening kita di debet/di kredit.

Satu hal lagi yang menarik adalah upayakan transaksi yang anda lakukan bisa melalui internet ataupun software/aplikasi di handphone. Ini memudahkan kita bila kita memutuskan untuk membeli dan menjual bisa sedang sibuk.

Pemikiran Investor Saham

Tidak ada komentar:

Ingin bermain saham, tentukan dulu niatmu, dan pastikan pikiran berikut ada di dalam benakmu :

peraturan #1 : never loose your money
peraturan #2 : lihat peraturan pertama

Ketika saya membaca peraturan tersebut saya jadi teringat bahwa memang tujuan investasi saham adalah mendapatkan keuntungan! siapa sih yang mau menderita kerugian? lha kalau harga lagi terkoreksi bagaimana? bukankah cut loss itu pilihan yang menarik?

Begini selain peraturan investasi dari "Warren Buffet" diatas, ada juga peraturan ivnestasi saham lain dari "Peter Lynch" yang menyebutkan : When it comes to predicting the market, the important skill is not listening, but snoring. The trick is not to learn to trust your gut feelings, but rather to discipline yourself to ignore them. Stand by your stocks as long as the fundamental story of the company hasn’t changed.

Peter Lynch sendiri menyampaikan bahwa kita harus menentukan sendiri langkah yang harus kita ambil, boleh-boleh saja mendengarkan broker untuk melakukan cut loss, tetapi selama menurut aturan yang kita tetapkan di dunia saham mengatakan tidak seharusnya di cut loss dan dasar fundamental perusahaan masih sama seperti ketika kita memutuskan membeli, ada baiknya untuk di hold.

Tetapi tunggu, di luar sana ada juga pemain saham yang hanya bersifat trading harian, bagaimana ya menyikapi mereka-mereka ini agar harga tidak terlalu fluktuatif?

Menurut saya trader adalah penyemarak bursa, mereka bukan tipe investor, mereka bisa saja kalah dalam satu hari dalam jumlah banyak dan menang dalam jumlah banyak, apakah ini yang anda inginkan? Anda memerlukan modal yang lebih banyak untuk menjadi trader harian, karena dengan modal yang lebih banyak, terkadang anda bisa menggerakkan harga.

Ada salah satu komik yang perkataannya saat ini masih saya ingat hingga sekarang. Coba resapi aspek psikologisnya ya!

Pertanyaannya begini :
Mana yang lebih besar antara 10.000 dibagi 500 atau 40 dibagi 2 ?

kalau anda menjawab sama saja dan tidak berbeda, maka anda hanya menjawab dari sisi matematisnya saja, bukankah sudah saya bilang untuk melihat aspek psikologisnya.

Baiklah, jawaban yang benar adalah 10.000 dibagi 500. pertanyaan selanjutnya adalah kenapa? Begini ketika ada 40 orang di dalam satu barisan dan tiba-tiba dua orang menoleh ke kiri maka saya yakin 38 orang di dalam barisan tidak terlalu tertarik untuk menoleh ke kiri.

Tetapi lihatlah ke barisan yang lebih besar, ketika ada 10.000 orang sedang berbaris dan tiba-tiba ada 500 orang yang menoleh ke kiri, saya yakin sisa orang yang ada di dalam barisan itu kemudian juga tertarik untuk menoleh ke kiri. Dan bisa-bisa hampir seluruh barisan akan menoleh ke arah yang sama untuk mencari tahu kenapa kebanyakan dari mereka menoleh ke kiri.

Dapat aspek psikologisnya? Dunia saham juga berlaku hal seperti itu, karena itu percayalah kepada diri anda sendiri. Apabila dari segi fundamental perusahaan tersebut terlihat bagus maka anda bisa tenang dan tidak ikut-ikutan melakukan cut loss. atau bahkan anda bisa saja membeli tambahan saham dengan proyeksi harga yang sama dengan ketika anda membeli saham sebelumnya.

Baiklah kalau kamu makin bingung mengenai tata cara investasi saham ketika membaca ulasan ini, maka tutuplah browser anda sekarang juga, tetapi jika anda melihat tulisan ini menarik, jangan lupa untuk memberi tahu teman anda ya! Selamat berinvestasi saham ^.^

Investasi Saham : keyakinan

Tidak ada komentar:

menyambung tulisan kami sebelumnya mengenai investasi saham, kami ingin membahas mengenai dasar dari bisnis saham itu sendiri yaitu keyakinan.

Pada dasarnya investasi saham untuk mendapatkan uang dapat dilakukan dengan cara short term investment (trading) dan long term investment (investasi secara umum). Sesuai dengan judul kami saat ini : investasi saham - keyakinan, anda harus menetapkan diri terlebih dahulu jalan mana yang ingin anda tempuh.

Bila anda memilih long term, maka ada baiknya anda hanya membeli saham bluechip / lapis satu dan hanya membeli saham lapis dua ketika dasar investasi sudah sangat kuat. Bila anda memilih short term maka anda sama dengan saya, anda harus menentukan sendiri aturan-aturan anda sendiri untuk bermain saham

Ada banyak sekali buku yang membimbing kita mengenai cara bermain saham maupun investasi saham. Banyak dari mereka merekomendasi cara mereka berbisnis saham untuk anda tiru dan praktekkan. Saya tidak merekomendasi hal ini, menurut saya kita harus menemukan cara kita sendiri dan tidak meniru mereka agar kita dapat berada jauh meraih keuntungan investasi saham.
Misalnya begini ketika dulu pertama bermain saham, saya hanya membeli saham blue chip dan itupun apabila ada berita positif yang menurut saya dapat memberikan sentimen positif yang menaikkan harga. Pertama-tama ini berhasil walaupun tidak terlalu besar, saya memperoleh keuntungan pertama yang sudah diatas bunga deposito per bulan.

Ketika waktu berlalu, saya mulai sadar ada banyak hal yang harus dibenahi, diantaranya memahami psikologis investor lain dan mengikuti pergerakan harga saham yang kita incar. Tetapi perlu diingat walaupun kita mengikuti harga saham tersebut, menentukan kapan membeli dari histori harga hampir sama dengan menyetir mobil maju ke depan tetapi kita hanya melihat spion.

Masalah keyakinan menjadi penting ketika suatu saat strategi pembelian kita gagal. Kita tidak boleh lengah karena pada investasi saham kita tidak menderita kerugian kecuali kita menjualnya. Saya sendiri memiliki keyakinan beli murah dan jual mahal, kalau terlanjur beli mahal, simpan dan jual ketika harga naik menjadi lebih mahal.

Disambung lagi ya obrolan tentang bisnis saham/investasi saham di lain waktu, selamat berbisnis!