Advertorial Bisnis Online

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri saham. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri saham. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Cara Pembelian Saham IPO

4 komentar:





Sudahkah para pembaca mengetahui cara pembelian saham IPO? Bila belum, mungkin sedikit pengalaman penulis tentang pembelian Saham IPO Bank Jatim dapat memberi gambaran untuk pembelian Saham IPO perusahaan lain.

Tentang IPO

Sebelum beranjak terlalu jauh mengenai cara pembelian saham dan tips menarik membeli saham IPO, sebelumnya penulis jelaskan dulu apa itu IPO. IPO adalah kependekan dari Initial Public Offering. Jadi sebelum suatu saham dijual pada pasar saham, perusahaan tersebut biasanya akan melakukan IPO terlebih dahulu

Tujuan IPO

Tujuan utama dari IPO tentu saja untuk menambah modal perusahaan. Melalui IPO, sebuah perusahaan akan mengumpulkan sejumlah dana dari masyarakat untuk kemudian digunakan sebagai modal usaha.

Waktu Pelaksanaan IPO

Sebuah perusahaan umumnya memberikan penawaran saham perdana (IPO) dalam masa tertentu. Umumnya sebuah perusahaan mendapatkan kesempatan hingga 3 – 4 hari dalam melakukan IPO. Pada masa inilah sebetulnya bisa diketahui apakah suatu saham tersebut banyak peminatnya atau tidak melalui jumlah antrian, jumlah penawaran yang masuk, penetapan harga pasar dsb.

Membeli Saham IPO

Pada saat IPO umumnya akan ditetapkan beberapa perusahaan sekuritas yang menangani. Pada pengalaman penulis baru – baru ini, IPO saham Bank Jatim ditangani oleh dua perusahaan sekuritas yaitu Bahana Securitas dan Bank Mandiri Securitas.
Lalu apakah pembelian saham Bank Jatim tersebut harus melalui kedua perusahaan sekuritas tersebut? Jawabannya adalah tidak! Inilah yang ingin penulis kemukakan sebagai tips dalam membeli saham IPO. Selain kedua perusahaan tersebut, ternyata pihak Bank Jatim sendiri melayani pembelian Saham IPO bagi investor yang sudah memiliki rekening sekuritas.

Pembelian Saham IPO

Biasanya pada tempat pelaksanaan IPO akan terdapat banyak sekali meja pendaftaran. Diantaranya adalah meja pembukaan rekening efek dan meja validasi pemesanan saham. Bagi rekan pembaca yang sudah memiliki rekening efek, langsung saja ke meja validasi dan mengisi FPPS (Formulir Pemesanan Pembelian Saham).
Bagi yang belum memiliki rekening efek, dapat membuka rekening sekuritas terlebih dahulu pada rekanan yang telah ditunjuk. Biasanya ada beberapa rekanan perusahaan sekuritas pada tempat pelaksanaan IPO tersebut. Anda akan diminta untuk membawa copy KTP dan copy NPWP sebagai salah satu syarat pembukaan rekening efek.
Selanjutnya pada meja validasi kita diminta untuk mengisi form FPPS (Formulir Pemesanan Pembelian Saham). Pada formulir ini kita diminta untuk mengisi jumlah lembar saham yang ingin kita beli dan nilai rupiah dari saham yang kita beli tersebut.

Satu hal yang harus diingat oleh investor yang ingin membeli Saham melalui IPO adalah biasanya jumlah saham yang ditawarkan sudah dibatasi dalam prosentase tertentu. Misalkan sebuah perusahaan hanya ingin menjual maksimal 20% saham nya ke publik. Maka kepemilikan publik maksimal hanya 20%.
Hal ini berakibat pada terbatasnya lembar saham yang bisa di jual. Jadi misalkan pemesanan saham publik secara keseluruhan telah mencapai 50% dari saham yang ada di perusahaan, maka perusahaan hanya dapat memenuhi sebagian dari permintaan tersebut. Ini artinya bisa saja kita memesan 100 lot saham tetapi hanya diberikan jatah saham sebesar 50 lot atau bisa jadi lebih kecil lagi. (1 lot = 500 lembar saham)

Apabila kita hanya mendapat 50 lot, padahal total uang yang kita setor adalah untuk sejumlah 100 lot maka sisa uang tersebut akan dikembalikan ke rekening bank yang telah kita tunjuk, dikurangi biaya transfer / kliring (bila ada).

Mungkin demikian sedikit tulisan mengenai cara pembelian saham melalui IPO. Apabila rekan pembaca masih memerlukan informasi, mungkin bisa melihat flowchart yang disusun oleh sebuah perusahaan sekuritas pada saat pembelian saham IPO.

1. Investor datang ke tempat IPO dilaksanakan
2. Bagi Investor yang belum memiliki rekening efek maka wajib mengisi form pembukaan rekening efek & FPPS
3. Perusahaan sekuritas kemudian melakukan pemeriksaan kelengkapan data yang telah diisi sebelumnya dalam form pembukaan rekening efek & FPPS lengkap dengan paraf dan tanda tangan pada tempat yang telah ditentukan.
4. Kemudian akan dilakukan validasi atas pemesanan saham investor
5. Menyerahkan lembaran berwarna hijau FPPS kepada investor
6. Setelah proses validasi pemesanan saham , maka investor kembali ke counter perusahaan sekuritas untuk menyerahkan lembaran FPPS yang berwarna hijau untuk di copy sebagai arsip perusahaan sekuritas.
7. Slip FPPS yang berwarna hijau selanjutnya disimpan oleh investor sebagai bukti pembelian saham.

Halal bermain Saham

Tidak ada komentar:
halal bermain saham



Beberapa orang masih mempertanyakan mengenai halal dan tidaknya bermain saham. Penulis sendiri berpendapat ilmu yang paling tinggi adalah Al-Qur'an dan disitu telah diatur beberapa hukum yang mendekati investasi saham diantaranya :
  • Hukum Jual Beli
  • Hukum Sewa Menyewa
  • Hukum Hutang Piutang
  • Hukum Bagi Hasil
  • Hukum Upah Mengupah
Lalu bagaimana dengan halal dan tidaknya bermain saham, karena pada saat Al Qur'an diturunkan memang belum ada investasi saham. Bagaimana fatwa dari ulama mengenai halal tidaknya bermain saham? Bukankah kita diminta untuk mempelajari fatwa ulama bila tidak diatur dalam Al Qur'an dan Al Hadis

Pada prinsipnya jual beli saham menganut banyak sekali poin-poin penting dari hukum jual beli itu sendiri. Oleh karena itu sebetulnya ada beberapa aturan mengenai jual beli saham yang dapat diterapkan agar kita tidak ragu yaitu :
  1. Memastikan saham tersebut tidak mewakili uang murni karena jual beli uang diharamkan
  2. Pastikan saham tersebut sudah dimiliki sebelum dijual, ini berarti tidak diperbolehkan melakukan perintah sell sebelum melakukan buy (hanya bisa di investasi index)
  3. Pastikan saham tersebut adalah milik kita sebelum dijual. Ini dimaksudkan kita tidak diperkenankan menjual saham apabila kita belum membayar sejumlah uang untuk saham dimaksud. Ini berlaku pada saat seseorang menggunakan fasilitas buy diatas uang cash yang dimiliki olehnya.
  4. Pastikan saham tersebut bukanlah saham dari perusahaan yagn menjalankan usaha yang tidak halal. Contoh : Anda berpendapat bahwa perbankan itu menjalankan usaha yang bersifat riba, maka tidak diperkenankan untuk membeli saham perbankan. Contoh yang lain ialah bila anda berpendapat merokok itu makruh atau haram maka begitu pula hukum yang berlaku bila anda membeli saham perusahaan rokok.
Penulis sendiri berpendapat bahwa satu hal yang membedakan antara halal tidaknya perdangan saham dengan haramnya judi adalah pada saat berjudi, kita sama sekali tidak dapat melakukan apapun dan hanya bergantung pada bergulirnya dadu. Pada perdagangan saham, khususnya saham tertentu dengan pergerakan yang "seharusnya" (saham blue chip) maka kekawatiran untuk rugi cenderung berkurang karena perusahaan tersebut pasti berusaha untuk meningkatkan labanya dan atas kinerja perusahaan inilah pasar kemudian mengapresiasi harga saham dengan maksud pembagian keuntungan / deviden yang lebih besar.

Pembagian keuntungan inilah yang sebetulnya dikejar oleh investor saham, bukanlah jual beli dengan mata tertutup tanpa pertimbangan dan hanya berharap saham tersebut mengalami kenaikan. Bila ini terjadi maka tidak akan ada bedanya dengan pasrah terhadap putaran dadu tersebut.

Lalu bagaimana dengan perdagangan saham gorengan? atau bagaimana bila saham blue chip tersebut digoreng sehingga harganya melonjak? Apa bedanya saham blue chip dengan saham gorengan bila ini terjadi?

Penulis mengerti masih banyak hal yang meragukan bagi diri sendiri. Untuk itulah penulis mengajak agar kita tidak mengharamkan sesuatu yang kita ragu akan hukumnya. Akan lebih baik bila sesuatu itu kita tinggalkan berstatus syubhat dan jauh lebih baik bila kita menjalani semua yang bersifat syubhat.

Wallaahu A'lam bi Shawaf
Tidak ada komentar:

Cara Berinvestasi Saham

Setelah beberapa waktu menuliskan tentang investasi reksana dana dan kemudian saham, kali ini saya ingin mundur sedikit ke tata cara berinvestasi saham. Jadi mohon baaf bagi yang sudah ahli, kali ini tulisannya untuk pemula yang ingin bermain saham.

Sebelum mengenal cara bermain dan berinvestasi saham, kita harus tahu terlebih dahulu bagaimana saham itu diperdagangkan. (saya asumsikan anda sudah tahu saham itu apa? hehe berarti anda sudah intermediate ya)

Perdagangan saham dapat dilakukan oleh perorangan melalui pasar primer dan pasar sekunder.

Pasar Primer

Yang dimaksud dengan pasar primer adalah pasar perdana. Lebih mendasar lagi, saham yang diperdagangkan di pasar primer adalah saham yang pertama kali dijual kepada publik. Ini biasanya digunakan istilah Initial Publick Offerig (IPO). Jadi ingat tentang IPO Krakatau Steel (KS) .. ..

Pada saat IPO, perusahaan mengumumkan penjualan sahamnya melalui media massa dalam bentuk prospektus sehingga orang tertarik untuk mempelajari perusahaan tersebut dan kemudian memutuskan untuk berinvestasi dengan membeli saham perdana (IPO).

Kapan dan dimana saham perdana bisa dibeli?

biasanya prospektus yang disebarkan mencantumkan dimana saham tersebut bisa dibeli. Umumnya perusahaan bekerja sama dengan beberapa perusahaan sekuritas sehingga kita bisa membeli saham tersebut di perusahaan tersebut. Saham IPO juga memiliki tenggat waktu tertentu dimana anda hanya bisa melakukan pembelian saham pada waktu tersebut.


Pasar Sekunder

Setelah Jangka Waktu IPO selesai, apabila kita ingin membeli saham perusahaan tersebut, sebetulnya yang bisa dilakukan adalah dengan membelinya dari orang lain. Inilah yang disebut dengan pasar sekunder. Transaksi jual beli saham ini kemudian diatur oleh bapepam dan diberikan tempat khusus yang dinamakan bursa efek.

Transaksi jual beli saham di Bursa Efek dilakukan oleh sebuah perusahaan perantara atau pialang. Jadi sebagai investor, Anda bisa membeli saham melalui jasa pialang, dimana nanti Anda juga harus membayar fee pembelian dan penjualan kepada pialang sebagai pendapatan mereka. Fee tersebut umumnya berkisar antara 0,3 dari harga pembelian (untuk transaksi beli) dan 0,4 dari harga penjualan (untuk transaksi jual)

Karena hanya bisa dilakukan melalui perantara pialang, biasanya kita diharuskan untuk menjadi nasabah/member dari perusahaan sekuritas tersebut.

Langkah menjadi nasabah perusahaan sekuritas

Baiklah selain perkenalan tentang fee diatas, anda biasanya akan dijelaskan aturan main dari perusahaan sekuritas (ingat aturan main bisa saja berbeda ya). Beberapa hal yang mungkin standar adalah anda diharuskan untuk melakukan deposit sejumlah uang sebagai modal anda bertransaksi.

dari sejumlah modal tersebut anda diperkenankan untuk bertransaksi hingga 2x - 3x lipatnya dengan catatan pada hari ke-x anda diharuskan melakukan settlemen dengan cara rekening kita di debet/di kredit.

Satu hal lagi yang menarik adalah upayakan transaksi yang anda lakukan bisa melalui internet ataupun software/aplikasi di handphone. Ini memudahkan kita bila kita memutuskan untuk membeli dan menjual bisa sedang sibuk.

Investasi Saham : keyakinan

Tidak ada komentar:

menyambung tulisan kami sebelumnya mengenai investasi saham, kami ingin membahas mengenai dasar dari bisnis saham itu sendiri yaitu keyakinan.

Pada dasarnya investasi saham untuk mendapatkan uang dapat dilakukan dengan cara short term investment (trading) dan long term investment (investasi secara umum). Sesuai dengan judul kami saat ini : investasi saham - keyakinan, anda harus menetapkan diri terlebih dahulu jalan mana yang ingin anda tempuh.

Bila anda memilih long term, maka ada baiknya anda hanya membeli saham bluechip / lapis satu dan hanya membeli saham lapis dua ketika dasar investasi sudah sangat kuat. Bila anda memilih short term maka anda sama dengan saya, anda harus menentukan sendiri aturan-aturan anda sendiri untuk bermain saham

Ada banyak sekali buku yang membimbing kita mengenai cara bermain saham maupun investasi saham. Banyak dari mereka merekomendasi cara mereka berbisnis saham untuk anda tiru dan praktekkan. Saya tidak merekomendasi hal ini, menurut saya kita harus menemukan cara kita sendiri dan tidak meniru mereka agar kita dapat berada jauh meraih keuntungan investasi saham.
Misalnya begini ketika dulu pertama bermain saham, saya hanya membeli saham blue chip dan itupun apabila ada berita positif yang menurut saya dapat memberikan sentimen positif yang menaikkan harga. Pertama-tama ini berhasil walaupun tidak terlalu besar, saya memperoleh keuntungan pertama yang sudah diatas bunga deposito per bulan.

Ketika waktu berlalu, saya mulai sadar ada banyak hal yang harus dibenahi, diantaranya memahami psikologis investor lain dan mengikuti pergerakan harga saham yang kita incar. Tetapi perlu diingat walaupun kita mengikuti harga saham tersebut, menentukan kapan membeli dari histori harga hampir sama dengan menyetir mobil maju ke depan tetapi kita hanya melihat spion.

Masalah keyakinan menjadi penting ketika suatu saat strategi pembelian kita gagal. Kita tidak boleh lengah karena pada investasi saham kita tidak menderita kerugian kecuali kita menjualnya. Saya sendiri memiliki keyakinan beli murah dan jual mahal, kalau terlanjur beli mahal, simpan dan jual ketika harga naik menjadi lebih mahal.

Disambung lagi ya obrolan tentang bisnis saham/investasi saham di lain waktu, selamat berbisnis!

Bermain Saham di Kantor

Tidak ada komentar:

Investasi Saham


Hari ini penulis ingin sharing sedikit tentang kegiatan penulis selama beberapa bulan mencoba berinvestasi di pasar saham. Pada awalnya beberapa rekan memang berpendapat bahwa investasi saham termasuk kegiatan yagn mengandung unsur judi dan harus dihindari. Bila pembaca masih berpikir demikian, ada baiknya membaca tulisan saya sebelumnya tentang halal bermain saham.

Nah, kebanyakan dari pemain saham rupanya adalah pekerja kantoran yang bekerja dari jam 7.30 pagi hingga 16.30 sore. Kalau dilihat dari waktu kerja, tentunya kegiatan bermain saham dilakukan pada jam kantor bukan? Lalu bagaimana agar kita bisa tetap berkonsentrasi bekerja dan bisa memonitor saham?

Menurut pengalaman penulis, hingga saat ini bursa saham indonesia sangat tergantung dengan regional. Dalam bahasa sederhana bisa diartikan pergerakan saham akan terpengaruh oleh bursa saham di negara tetangga.

Penulis mengamati selama beberapa bulan bahwa apabila bursa saham ^DJI (Dow Jones Industri) naik maka bisa dipastikan akan ada kenaikan harga saham pada sesi pagi. Namun demikian kenaikan ini bisa bervariasi, bisa saja naik / raly sebentar lalu kemudian terjadi koreksi (harga turun) kembali. Dan bisa saja naik terus hingga akhir sesi pertama.

Lalu bagaimana dengan sesi kedua? Bukanka data ^DJI sudah terlalu lama untuk dipegang dan pasar sudah jauh berkemban? Betul sekali, memang pada sesi kedua biasanya penulis tetap memonitor pergerakan harga saham regional di negara yang memiliki waktu lebih cepat dari kita seperti hongkong ataupun jepang.

Hangseng ataupun Nikkei bisa kita jadikan acuan perkembangan IHSG hingga sesi kedua. Apabila kedua bursa nergara tetangga tersebut memerah, umumnya investor lokal pun akan mengikutinya dengan melakukan aksi jual.

Nah disini dapat diambil kesimpulan, saham bluechip umumnya memang bergerak berdasarkan pasar regional. Ada dua buah waktu yang tepat untuk melakukan monitoring harga saham yaitu pagi hari pada sesaat setelah pembukaan IHSG (jam 9.30) dan sore hari menjelang penutupan (jam 16.00).

Dengan berbekal ilmu sederhana ini, penulis bisa memahami psikologis investor lain yang memang mengacu pada hal ini. Namun ingat, setiap strategi investor biasanya berlaku untuk investor itu sendiri.

Pembaca harus menemukan gaya berinvestasi saham sendiri dengan memadukan berbagai ilmu dan "bisikan" yang ada di Internet. Penulis sendiri memahami, bahwa harga saham sangat tergantung oleh kinerja perusahaan, namun rumor yang beredar juga bisa menjadi cukup ampuh untuk menaikkan harga atau menurunkan harga apabila rumor tersebut dipercaya oleh banyak sekali investor.

Selamat berinvestasi!

Bermain Saham

Tidak ada komentar:



Masih kurang mood untuk menulis artikel dengan serius dan berbobot. Postingan kali ini terpaksa tidak tentang bisnis online tetapi sesuatu yang lebih ringan yaitu secuplik pengalaman saya tentang bermain saham.

Rasanya sudah bertahun-tahun saya mengamati perkembangan saham. Masih ingat benar saya ketika mencatat pembelian dan penjualan saham lewat excel sebagai bentuk bermain saham secara virtual.

Saham unggulan saat itu dan memang yang saya beli secara virtual adalah BBRI dan JPFA. Keduanya berlatar belakang berbeda yaitu saham blue chip dan saham secondary line.

Seingat saya lagi, BBRI waktu itu hanya seharga 3600 dan JPFA tidak sampai 2000. Tetapi setelah beberapa tahun semuanya memang berubah. BBRI menanjak naik hingga diatas 12.000 sehingga saat ini sahamnya di split dan pada saat tulisan ini ditulis diperdagangkan di harga 6500.

Berbeda dengan JPFA, saham yang tergolong secondary line memang tidak sekencang dan se stabil bluechip seperti BBRI. JPFA hanya diperdagangkan di level 3500.

Satu kesimpulan yang dapat diambil disini adalah investasi saham itu seharusnya adalah investasi jangka panjang. Apabila ada orang yang bermain harian (trading saham), maka dapat dipastikan dia bisa saja mendapatkan keuntungan pada saham BBRI misalnya tetapi ketika sudah terlanjur dijual, BBRI bisa naik lagi dan dia terpaksa membeli lagi untuk mendapatkan kenaikan berikutnya.

Pada praktek trading saham, seorang pialang dapat saja mendapatkan keuntungan besar dalam waktu cepat dan sebaliknya mengalami kerugian besar dalam waktu yang tidak kalah cepat pula.

Ada banyak sekali pengalaman bermain saham, yang ingin saya ceritakan namun saya masih belum mood untuk menulis lebih. Kalau anda tertarik tentang tata cara bermain saham dan triknya, mungkin kita bisa berdiskusi disini, tulis saja di kotak komentar ya kawan, selamat berinvestasi saham

1 Lot = 100 Lembar Saham

Tidak ada komentar:
Setelah beberapa waktu vakum dalam jual beli saham, penulis hari ini memutuskan untuk menjual beberapa lot saham perbankan yang sedang naik daun. Dengan pertimbangan munculnya kerusuhan yang dapat mengakibatkan turunnya harga saham menjelang pemilu untuk sementara saham dilepas dan dibeli kembali setelah pemilu selesai.

Ada 1 hal yang membuat sedikit terkejut yaitu adanya perubahan jumlah lembar saham untuk 1 lot pembelian. Apabila dahulu 1 lot saham memiliki 500 lembar saham maka saat ini hanya 100 lembar saham saja. Lalu bagaimana dengan fraksi pembelian dan penjualan saham? 
"Fraksi pembelian dan penjualan saham gampangnya adalah tingkat naik/turun harga saham"
 Selengkapnya pengaturan jumlah lot dan fraksi jual beli saham diatur sebagai berikut :



 Harga Saham   Fraksi  
 < 200          1
 200 - 500          5
 500 - 2000        10
 2000 - 5000        25
 > 5000        50




Harga Saham Fraksi 
< 500 1
500 - 5000 5
> 5000 25

Informasi Keuangan Oktober 2010

Tidak ada komentar:

29 October 2010 Minyak bertengger di level US$81,94 per barel
29 October 2010 Lonsum bukukan laba bersih Rp641,8 miliar
29 October 2010 Stoxx Europe 600 Index ditutup naik 0,4%
29 October 2010 CMNP bukukan pendapatan usaha Rp552,29 miliar
29 October 2010 Mayoritas saham di AS turun dipicu ketidakpastian
28 October 2010 BPD NTT terbitkan surat utang Rp300 miliar
28 October 2010 ANZ Banking pimpin kenaikan MSCI
28 October 2010 Minyak dekati harga US$82 per barel
28 October 2010 Buana Capital crossing MASA di Rp300/saham
28 October 2010 Indeks Straits Times naik tipis 0,4%
28 October 2010 Suspensi dicabut, saham Arpeni melonjak 19,44%
27 October 2010 Nikkei sentuh 9.432,59
27 October 2010 Saham AS turun, dipimpin sektor konsumen
27 October 2010 Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah tipis
27 October 2010 Indosat lunasi utang obligasi Rp640 miliar
27 October 2010 Pendapatan Myoh Technoloy turun 8,67%
26 October 2010 RI-China teken nota kesepahaman US$5 miliar
26 October 2010 Direksi baru Telkom diumumkan akhir November
26 October 2010 Metropolitan Kentjana cetak pendapatan Rp503,53 miliar
26 October 2010 Dana minim, Bumi tunda bayar utang ke Bright Venture
25 October 2010 Lippo Karawaci ajukan rights issue Rp2,38 triliun
25 October 2010 Dayaindo bidik pendapatan Rp1 triliun
25 October 2010 Astra segera rampungkan akuisisi saham GES
25 October 2010 Danareksa gandeng Commonwealth pasarkan reksa dana
25 October 2010 Pembiayaan Permata Syariah tumbuh 20%
21 October 2010 Saham sektor finansial jatuhkan bursa Asia
21 October 2010 US$ menuju terendah selama 15 tahun atas yen
21 October 2010 Emas menguat di tengah melemahnya dolar
20 October 2010 Indeks Nikkei melemah 1,78%
20 October 2010 Suku bunga China naik, harga emas anjlok
19 October 2010 Jakon baru pakai 60% dana IPO
19 October 2010 Bursa Australia dan New Zealand bergerak tipis
19 October 2010 Pendapatan CP Prima diproyeksi turun 13,56%
19 October 2010 Sektor telekomunikasi diprediksi jadi primadona
19 October 2010 Pemerintah dorong asuransi mikro & bencana alam
18 October 2010 Ditjen Pajak tindaklanjuti sunset policy
18 October 2010 Perbankan syariah genjot porsi dana murah
18 October 2010 KS realisasikan belanja modal Rp1,19 triliun
18 October 2010 Indeks Kospi bergerak ke posisi 1.901,98
18 October 2010 Bapepam-LK sinergikan aturan bursa

15 October 2010 Bursa Australia melemah pagi ini
15 October 2010 Saham Eropa terjungkal angka pengangguran AS
15 October 2010 Penetrasi reksa dana di Kalsel masih kecil
15 October 2010 Realisasi capex Kimia Farma 70%
15 October 2010 Panin tetapkan suku bunga obligasi 8%-11%
14 October 2010 Adira kantongi laba bersih Rp1,1 triliun
14 October 2010 Saham Jepang naik, indeks Topix menguat
14 October 2010 Ancora Indonesia raih pinjaman Rp27,5 miliar
14 October 2010 Latinusa belum pakai dana IPO
14 October 2010 PGN jajaki sumber dana untuk terminal LNG
13 October 2010 Minyak dekati US$82 per barel
13 October 2010 Perbankan antisipasi penaikan GWM primer
13 October 2010 Saham Jepang naik terkait ekspektasi The Fed
13 October 2010 Bursa Jepang dan Australia bergairah
13 October 2010 Indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,38%
13 October 2010 Capitalinc Investment berencana stock split
12 October 2010 Antam cari mitra untuk proyek Halmahera
12 October 2010 Bursa Eropa bergairah, dimotori Nokia
12 October 2010 Asing minati obligasi Adira Finance
12 October 2010 Inovisi revitalisasi infrastruktur Fonwar
11 October 2010 Spekulasi soal stimulasi The Fed angkat harga minyak
11 October 2010 Krakatau Steel to spend IDR10.21 trillion capex
11 October 2010 Harga IPO Tower Bersama Rp2.025/saham
11 October 2010 Saham perdana KS ditaksir Rp1.000-Rp1.200
08 October 2010 Bapepam pelajari dokumen IPO Borneo Energy
08 October 2010 IPO KS kantongi persetujuan pemerintah
08 October 2010 Pengumuman harga saham perdana KS diundur
08 October 2010 Lippo Karawaci kucurkan Rp12 triliun untuk St. Moritz
08 October 2010 Saham Indocitra sentuh level Rp960
07 October 2010 Stoxx Europe 600 Index naik 0,5%
07 October 2010 Minyak makin naik dipicu depresiasi dolar AS
07 October 2010 Pelindo II tunda obligasi Rp3,5 triliun
07 October 2010 Obligasi BW Plantation kantongi pra-efektif
07 October 2010 Peringkat Ciliandra naik
06 October 2010 Interbat terapkan ERP SAP
06 October 2010 Utang Bumi pasca rights issue US$3,81 miliar
06 October 2010 Otomotif pimpin penurunan saham Eropa
06 October 2010 Beban melonjak, Royal Oak merugi
05 October 2010 PGN kejar pembangunan FSRT Teluk Jakarta
05 October 2010 Fitch beri rating AAA untuk Bentoel Investama
05 October 2010 Chandra Asri tawarkan lahan untuk proyek kilang
05 October 2010 'Merger Chandra Asri-Tri Polyta perkuat industri'
04 October 2010 Emas & komoditas pertanian picu inflasi di AS
04 October 2010 Bumi Serpong akuisisi Duta Pertiwi
04 October 2010 Mustafa terima laporan sinergi Pertamina-Medco
04 October 2010 Laba operasi Skybee melonjak
01 October 2010 Matahari bukukan rugi usaha Rp40,28 miliar
01 October 2010 BKPM terima 107 perusahaan Taiwan hari ini
01 October 2010 Holcim gandeng Zurich Insurance
01 October 2010 Yield obligasi Adira 7,11%-9,7%

Investasi Saham

Tidak ada komentar:
Investasi saham merupakan salah satu bentuk investasi yang terjangkau bagi beberapa orang pada saat ini. Anda mungkin ingat kakek nenek kita kaya karena investasi tanah dan rumah, ada lagi yang kaya karena investasi emas dan ada juga yang pandai berusaha dan kaya dari bisnis/usahanya itu.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda sudah menemukan jenis bisnis yang tepat? Di halaman ini anda mungkin melihat beberapa penawaran bisnis online, kesemuanya menjanjikan hasil yang tinggi, tetapi tampaknya kita harus jeli karena semua "kecap nomor satu bukan"?

Saham merupakan salah satu opsi bagi kita untuk berinvestasi. Dengan modal paling sedikit 5 juta kita sudah dapat memasuki dunia trading saham untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi ingat dengan modal terbatas maka kita hanya dapat membeli saham yang terjangkau. Ini berarti tidak semua saham bisa kita mainkan.
salah satu hal penting lain yang harus diingat adalah saham menjanjikan return yang tinggi namun dibaliknya juga ada resiko yang tinggi pula. Kita harus berhati-hati akan hal ini dan tidak sembarangan membeli saham.

Beberapa tips bermain saham yang mungkin berguna untuk anda adalah: hanya membeli saham yang aktif di perdagangkan, belilah pada saat yang tepat dan juallah pada saat yang tepat, jangan meletakkan semua modal investasi untuk satu jenis komoditas. Hal terpenting dari bisnis saham adalah ingatlah untuk selalu yakin pada keputusan diri sendiri dan nikmatilah keyakinan itu.

Kami akan sambung kembali cara-cara investasi saham di lain waktu, tulislah komentar apa yang anda butuhkan untuk kami prioritaskan.

Pemikiran Investor Saham

Tidak ada komentar:

Ingin bermain saham, tentukan dulu niatmu, dan pastikan pikiran berikut ada di dalam benakmu :

peraturan #1 : never loose your money
peraturan #2 : lihat peraturan pertama

Ketika saya membaca peraturan tersebut saya jadi teringat bahwa memang tujuan investasi saham adalah mendapatkan keuntungan! siapa sih yang mau menderita kerugian? lha kalau harga lagi terkoreksi bagaimana? bukankah cut loss itu pilihan yang menarik?

Begini selain peraturan investasi dari "Warren Buffet" diatas, ada juga peraturan ivnestasi saham lain dari "Peter Lynch" yang menyebutkan : When it comes to predicting the market, the important skill is not listening, but snoring. The trick is not to learn to trust your gut feelings, but rather to discipline yourself to ignore them. Stand by your stocks as long as the fundamental story of the company hasn’t changed.

Peter Lynch sendiri menyampaikan bahwa kita harus menentukan sendiri langkah yang harus kita ambil, boleh-boleh saja mendengarkan broker untuk melakukan cut loss, tetapi selama menurut aturan yang kita tetapkan di dunia saham mengatakan tidak seharusnya di cut loss dan dasar fundamental perusahaan masih sama seperti ketika kita memutuskan membeli, ada baiknya untuk di hold.

Tetapi tunggu, di luar sana ada juga pemain saham yang hanya bersifat trading harian, bagaimana ya menyikapi mereka-mereka ini agar harga tidak terlalu fluktuatif?

Menurut saya trader adalah penyemarak bursa, mereka bukan tipe investor, mereka bisa saja kalah dalam satu hari dalam jumlah banyak dan menang dalam jumlah banyak, apakah ini yang anda inginkan? Anda memerlukan modal yang lebih banyak untuk menjadi trader harian, karena dengan modal yang lebih banyak, terkadang anda bisa menggerakkan harga.

Ada salah satu komik yang perkataannya saat ini masih saya ingat hingga sekarang. Coba resapi aspek psikologisnya ya!

Pertanyaannya begini :
Mana yang lebih besar antara 10.000 dibagi 500 atau 40 dibagi 2 ?

kalau anda menjawab sama saja dan tidak berbeda, maka anda hanya menjawab dari sisi matematisnya saja, bukankah sudah saya bilang untuk melihat aspek psikologisnya.

Baiklah, jawaban yang benar adalah 10.000 dibagi 500. pertanyaan selanjutnya adalah kenapa? Begini ketika ada 40 orang di dalam satu barisan dan tiba-tiba dua orang menoleh ke kiri maka saya yakin 38 orang di dalam barisan tidak terlalu tertarik untuk menoleh ke kiri.

Tetapi lihatlah ke barisan yang lebih besar, ketika ada 10.000 orang sedang berbaris dan tiba-tiba ada 500 orang yang menoleh ke kiri, saya yakin sisa orang yang ada di dalam barisan itu kemudian juga tertarik untuk menoleh ke kiri. Dan bisa-bisa hampir seluruh barisan akan menoleh ke arah yang sama untuk mencari tahu kenapa kebanyakan dari mereka menoleh ke kiri.

Dapat aspek psikologisnya? Dunia saham juga berlaku hal seperti itu, karena itu percayalah kepada diri anda sendiri. Apabila dari segi fundamental perusahaan tersebut terlihat bagus maka anda bisa tenang dan tidak ikut-ikutan melakukan cut loss. atau bahkan anda bisa saja membeli tambahan saham dengan proyeksi harga yang sama dengan ketika anda membeli saham sebelumnya.

Baiklah kalau kamu makin bingung mengenai tata cara investasi saham ketika membaca ulasan ini, maka tutuplah browser anda sekarang juga, tetapi jika anda melihat tulisan ini menarik, jangan lupa untuk memberi tahu teman anda ya! Selamat berinvestasi saham ^.^

Strategi Investasi Saham

Tidak ada komentar:

Beberapa bulan yang lalu saya memyempurnakan strategi investasi saham/aturan main saham saya dengan hanya membeli saham ketika harga mulai turun di bawah harga rata-rata. Beberapa kali strategi ini berhasil dan menyumbang sedikit keuntungan yang saya gunakan untuk berinvestasi kembali.

Namun demikian rupanya masih banyak faktor penggerak harga saham yang masih bekum ku pahami. Diantaranya adalah berapa besar dana asing yang masuk saat ini? Dan apa saja yang mungkin membuat mereka menarik dananya untuk kemudian di tempatkan di negara lain ataupun instrumen investasi lain?

Ketidak tahuan kan ilmu ini mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit. Satu langkah terambil ketika IPO KRAS dilakukan waktu lalu. Saham tersebut tergoreng dan sempat terjadi margin yang cukup untuk profit taking, tetapi manusia memang bersifat tamak, saya belum sempat menjual kemudian KRAS turun kembali.

Pembelian saham ketika sedang down trend memang tidak disarankan. Terlebih bila itu dilakukan dengan faktor emosi tanpa didasari fundamental yang kuat. Ini terjadi lagi di beberpa hari ini dimana IHSG terpukul telak. Harga saham terkoreksi akibat tekanan jual asing yang cukup besar.

Lalu pada saat apa harusnya kita membeli saham?

Strategi investasi sahamku yang baru mempersyaratkan pembelian saham ketika uptrend dengan volume tinggi disertai pergerakan IHSG yang searah. Tentunya kita harus me research volume yang normal untuk mengetahui perilaku pesaing kita.

Ok selamat berinvestasi

IPO Krakatau Steel

Tidak ada komentar:
Hari kemarin saham krakatau steel dijual via IPO Krakatau Steel dengan kode saham KRAS. Saham perdana KRAS dijual dengan harga 850 per lembar. Namun demikian sebetulnya banyak kalangan mengatakan harga saham Krakatau Steel terlalu murah kalau hanya dihargai Rp 850 per lembar.

Ternyata benar, dalam satu hari saham KRAS naik melejit hingga Rp 1270 per lembar. volume yagn diperdangkan sangatlah luar biasa sehingga ada juga pemberitaan di media bahwa proses IPO ini belum sesuai standar dan rawan kecurangan.

Kenapa ya di bilang rawan kecurangan? Bukankah memang harga saham sangatlah fluktuatif dan tidak bisa kita prediksi?

Fakta nya adalah 35% dari saham IPO merupakan jatah investor asing dengan alasan "mencari quality investor". Mungkin maksudnya adalah agar tidak dibeli calo IPO indonesia yang suka membeli dan menjual kembali ya? tetapi sepertinya tetap saja ada pihak luar negeri yang demikian?

Permasalahannya adalah kenapa diberikan 35% saham IPO ke luar negeri walau peminat dalam negeri masih sangat banyak? Kalau kamu bisa menjawab hal ini, mungkin kamu berbakat jadi detektif lho hehehe

Btw, saham KRAS hari ini sempat menyentuh 1520, hampir 2x lipat harga IPO, kesimpulannya adalah IPO dari perusahaan ternama (terutama BUMN) bisa diandalkan untuk mencari keuntungan. Saya sendiri tidak berhasil mendapatkan saham IPO, tetapi sempat dapet dengan harga lumayan murah, nunggu agak tinggi harganya baru dijual

Ngomongin Bank Century (BCIC)

Tidak ada komentar:

Para blogger dan pebisnis online mungkin ada yang bermain saham juga? Hari ini ada kabar gembira bagi BCIC (kode saham bank century).

Setelah di koran sabtu kemarin bank century dinyatakan diambil alih oleh LPS saya sempat ketir-ketir juga dengan saham BCIC yang sebagian dipegang oleh rekan sekantor (saya gak beli saham BCIC) tapi kalau dia report, biasanya saya juga ikut “direpoti”.

Bank century (BCIC) kapan itu mengalami proses gagal kliring dengan nominal kliring sebesar Rp. 5 Milyar. Bagi yang belum mengerti proses kliring. Singkatnya begini, BI mengembangkan sistem skn (sistem kliring nasional) dengan maksud bila seorang nasabah Bank Century mengirimkan uang ke Bank BRI maka secara tidak langsung yang terjadi adalah rekening giro Bank Century di BI akan di debet (dikurangi) dan rekening giro BRI di BI akan di kredit (ditambahkan) sebesar nominal yang dikirimkan. Nah kalau waktu itu rekening giro bank Century tidak bisa di debet oleh BI maka dinyatakan gagal kliring. Artinya bank century tidak mampu menambah saldo giro bank century di BI.

Terkait dengan hal ini sebetulnya pihak BI telah berusaha menenangkan nasabah Bank Century agar tidak panik dan melakukan rush karena ini malah akan memperparah kondisi bank Century karena kehabisan modal. .Sabtu lalu LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) juga telah mengambil alih Bank Century namun dia juga telah mewanti-wanti publik yang memegang saham agar tetap tenang dan tidak panik karena porsi kepemilikan saham yang mereka pegang tidak diganggu gugat.

Dengan pengambil alihan sementara ini berarti saham tersebut sekarang sepenuhnya milik LPS sementara ini. BankLPS pun menuturkan bahwa sejumlah saham tersebut bisa saja dibeli dulu atau dapat dijual kembali. Yang jelas saat ini BCIC telah disuspensi sampai LPS selesai membicarakan hal ini dengan Bapepam

Yang jelas saat ini Bank Century telah kembali beroperasi. Namun keputusan LPS selaku pemilik sementara saham BCIC juga belum ada keputusan. Blogger dan pebisnis online lain punya saham di BCIC? Ikuti terus perkembangannya ya!

Perkenalan Reksadana 2

Tidak ada komentar:

Keunggulan reksa dana dibanding jenis investasi lain

Yang pertama, Anda yang belum biasa melakukan investasi akan sangat terbantu karena ada manajer investasi yang akan mengevaluasi investasi Anda setiap harinya. Anda tidak perlu bersusah payah mengevaluasi, karena Anda cukup mendapatkan report-nya setiap bulan atau beberapa bulan sekali.

Yang kedua, Anda bisa melakukan investasi dengan jumlah dana awal yang kecil jumlahnya. Beberapa reksa dana bisa dimulai hanya dengan dana awal Rp 100.000,-. Bayangkan, Anda tentu tidak bisa membuka deposito dengan dana sekecil itu, bukan? Namun dengan reksa dana, dana sejumlah itu sudah bisa untuk melakukan investasi (salah satunya) ke dalam deposito.
Keuntungan ketiga adalah adanya diversifikasi atau penyebaran risiko. Dengan reksa dana, Anda bisa menyebar risiko investasi Anda dengan leluasa. Sebagai contoh, bila dana Anda hanya Rp 1 juta, maka Anda tidak mungkin bisa membuka beberapa deposito secara bersamaan di beberapa bank karena untuk membuka satu deposito saja dibutuhkan dana minimal Rp 500 ribu. Tapi dengan melakukan investasi di reksa dana deposito, maka uang Anda bisa tersebar di berbagai deposito dalam berbagai bank, tanpa Anda harus memiliki dana yang besar.

Keuntungan keempat adalah dari segi perpajakan. Pembelian maupun penjualan kembali UP dari produk reksa dana adalah bebas pajak. Ini dilakukan atas kebijakan pemerintah (Dirjen Pajak), untuk merangsang dunia investasi di Indonesia.

Bisakah Manajer Investasi Dipercaya?

Sebetulnya, kata "manajer" ditujukan bagi orang, bukan perusahaan. Tapi peraturan menyebutkan bahwa kata "Manajer Investasi" ditujukan bagi perusahaan yang mengelola investasi Anda. Orang-orang yang bekerja di dalamnya hanya disebut Wakil Manajer Investasi. Kadang-kadang disebut juga Tim Pengelola Investasi, atau Komite Investasi (Anda bisa melihatnya di prospektus Anda). Dalam bahasa keuangan, orang yang tugasnya mengelola dana investasi seperti ini disebut fund manager.

Tidak sembarang orang bisa menjadi fund manager. Dia harus mendapatkan izin dari Pemerintah (BAPEPAM atau Badan Pembina dan Pengawas Pasar Modal). Untuk mendapatkan izin tersebut, maka seorang calon fund manager harus melalui ujian yang tingkat kesulitannya sangat tinggi. Untuk mengetahui siapa saja fund manager atau anggota Tim Pengelola Investasi Anda, Anda bisa membacanya di prospektus reksa dana Anda.

Bagaimana Kalau Perusahaan Reksa Dananya Bangkrut?

Produk Reksa Dana diterbitkan oleh Perusahaan Reksa Dana, yang sekaligus bertindak sebagai manajer investasi. Karena itu, perusahaan Manajer investasi hidup dari komisi yang diterimanya sewaktu investor membeli UP (Unit Penyertaannya). Besar komisi ini biasanya maksimal sekitar 3% dari nilai UP yang dibeli nasabah. Dari komisi-komisi yang terkumpul inilah perusahaan reksa dana ini "menggaji" dirinya sendiri. Terkadang, komisi juga didapat bila nasabah menjual kembali UP yang mereka miliki.

Mungkin saja terjadi, pendapatan yang diterima manajer investasi dari komisi-komisi tersebut lebih kecil daripada biaya-biaya yang harus dia keluarkan untuk membiayai perusahaannya. Akibatnya, bisa saja manajer investasi (Perusahaan Reksa Dana) ini tidak bisa hidup lebih lama, dan akhirnya bangkrut. Pertanyaannya, apakah harta Reksa Dana yang dibeli para investor ikut hilang?

Jawabannya: tidak. Menurut peraturan, harta Reksa Dana harus disimpan dalam sebuah tempat terpisah, yang disebut dengan nama Bank Kustodian. Bank Kustodian adalah sebuah lembaga/badan yang sudah memiliki izin dari BAPEPAM untuk bisa menyimpan harta dari suatu aset reksa dana. Perusahaan Reksa Dana tidak boleh menyimpan sendiri harta reksa dananya. Dia harus menyimpannya di tempat lain, yaitu pada Bank Kustodian.

Jadi, bila Perusahaan Reksa Dana/Perusahaan Manajer investasi bangkrut, maka harta Reksa Dana yang Anda miliki dijamin tetap aman. Bacalah prospektus reksa dana Anda, di situ akan tertulis Bank Kustodian mana yang dipakai oleh perusahaan reksa dana Anda.


Beberapa jenis reksadana

Berdasarkan produk investasi yang dipilih oleh manajer investasi, ada 4 macam produk Reksa Dana:

Reksa Dana Saham.

Ini adalah produk Reksa Dana di mana manajer investasi kebanyakan menginvestasikan uang nasabahnya ke dalam saham. Dari segi potensi keuntungan, Reksa Dana Saham dianggap bisa memberikan potensi keuntungan paling besar. Ini karena sifat saham yang nilainya bisa naik dan bisa juga turun, di mana kenaikannya bisa besar sekali, tapi penurunannya juga bisa besar sekali. Karena itulah, Reksa Dana Saham paling berisiko dibanding ketiga produk Reksa Dana yang lain.

Reksa Dana Pendapatan Tetap

Ini adalah produk Reksa Dana di mana manajer investasi kebanyakan menginvestasikan uang nasabahnya ke dalam surat berharga yang memberikan pendapatan tetap, yaitu obligasi. obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan dan dijual kepada masyarakat. Potensi keuntungan yang diberikan Reksa Dana Pendapatan Tetap biasanya dianggap tidak sebesar seperti pada Reksa Dana Saham. Namun demikian, potensi penurunan nilainya biasanya juga tidak besar. Itulah sebabnya, Reksa Dana Pendapatan Tetap risikonya dianggap lebih kecil daripada Reksa Dana Saham.

Reksa Dana Campuran

Di sini manajer investasi menginvestasikan uang nasabahnya biasanya secara sama rata ke dalam saham dan obligasi. Untuk risiko, karena Reksa Dana ini merupakan reksa dana yang mencampur saham dan obligasi, maka dianggap lebih besar daripada Reksa Dana Pendapatan Tetap, tapi lebih kecil daripada Reksa Dana Saham.

Reksa Dana Pasar Uang

Di sini manajer investasi menginvestasikan uang nasabahnya ke dalam produk-produk Pasar Uang seperti Deposito, SBI, dan Obligasi Jangka Pendek. Pada Reksa Dana ini, potensi keuntungannya jauh lebih kecil dari ketiga reksa dana di atas, namun pasti.

Perkenalan Reksadana

Tidak ada komentar:

Pada edisi yang lalu kita telah berbicara sekilas mengenai apa itu saham. Sekarang, saya akan mengajak Anda berkenalan dengan apa yang namanya Reksa Dana. Dalam Bahasa Inggris, Reksa Dana dikenal dengan nama mutual fund.

Reksa Dana adalah sebuah bentuk investasi yang dilakukan secara kolektif (bersama-sama), dan investasi ini dikelola oleh sebuah perusahaan manajemen investasi. Perusahaan manajemen investasi adalah perusahaan yang kerjanya mengelola investasi nasabahnya.

Sebagai contoh, ada investor A, B, C, D, dan E masing-masing memiliki uang berbeda-beda dan memutuskan untuk melakukan investasi secara bersama-sama. Di sini, mereka bisa menggabungkan semua uang yang mereka miliki untuk diserahkan pengelolaan investasinya pada sebuah perusahaan manajemen investasi.

Nantinya, apabila investasi itu memberikan keuntungan, katakan sebesar 15% dalam setahun, maka masing-masing dari investor tersebut akan mendapatkan keuntungan yang besarnya sesuai dengan proporsi jumlah yang mereka investasikan. Tapi bila investasi itu merugi, tentu saja masing-masing dari mereka juga akan merugi sesuai dengan proporsi jumlah yang mereka investasikan tadi.

Nah, bentuk investasi yang dilakukan secara kolektif (bersama) di mana pengelolaan investasinya diserahkan kepada sebuah perusahaan manajemen investasi inilah yang disebut dengan nama investasi Reksa Dana. Perusahaan Manajemen Investasi (selanjutnya kita sebut saja Manajer Investasi) inilah yang lalu akan melakukan investasi ke berbagai macam produk investasi seperti saham, deposito, surat utang, dan lain sebagainya. Reksa Dana sebetulnya merupakan cara yang baik untuk melakukan investasi, karena investasi Anda dikelola oleh tim pengelola investasi yang memang cakap dan (biasanya) berpengalaman.

Bagaimana Cara Kerja Reksa Dana?


Dalam prakteknya, Manajer investasi tidak menunggu investor untuk memasukkan uang lebih dulu sebelum mereka membeli produk investasi, tapi dibalik. Mereka beli dulu produk-produk investasinya, baru kemudian investasi itu dijajakan kepada investor.

Bagaimana caranya? Oke, pertama-tama, manajer investasi (yang menerbitkan Reksa Dana) akan mengundang sejumlah pihak untuk menjadi sponsor/promotor (penyandang dana). Dari sponsor inilah akan didapat dana yang cukup besar, yang akan dialokasikan ke sejumlah produk investasi.

Untuk contoh, kita misalkan saja total dana yang didapat dari sponsor adalah Rp 1 triliun. Dana sebesar itu, oleh Perusahaan Reksa Dana (melalui tim pengelola investasi-nya) akan dibelikan sejumlah investasi, seperti dibelikan sejumlah deposito di berbagai bank, dengan jangka waktu satu bulan. Contoh seperti Tabel 1.

Setelah itu, Perusahaan Reksa Dana akan membagi investasi tersebut ke dalam pecahan-pecahan kecil, yang disebut dengan nama Unit Penyertaan (UP), dimana masing-masing UP akan bernilai Rp 1.000. Sehingga dari total investasi senilai Rp 1 triliun seperti dicontohkan diatas akan didapat UP sebanyak Rp 1 triliun : Rp 1.000 = 1 miliar UP.

Nah, UP inilah yang akan diterbitkan dan dijual ke masyarakat. Dengan demikian, investasi yang dilakukan oleh investor adalah dengan cara membeli UP itu. Untuk menyeragamkan, maka UP Reksa Dana pada awalnya selalu dijual dengan harga awal Rp 1.000. Dalam hal ini, harga atau nilai UP tersebut disebut juga dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB).

Jumlah UP yang dibeli investor berbeda-beda, ada yang hanya membeli 100 UP, tetapi ada juga yang membeli 1.000, 5.000, atau bahkan 10.000 UP. Semua itu tergantung dana masing-masing investor. Selain itu, investor juga harus membayar komisi untuk Perusahaan Reksa Dana, yang biasanya maksimal sekitar 0,75% sampai dengan 3% dari total investasi Anda. Sebagai contoh, bila Anda membeli 1.000 UP dengan harga total Rp 1.000.000, maka Anda harus menambahkan sekitar Rp 7.500 sampai Rp 30.000 untuk komisi manajer investasi.

Dalam dunia reksa dana, komisi untuk manajer investasi ini sering disebut dengan nama "biaya penjualan". Ini karena komisi tersebut harus Anda bayar pada saat Anda membeli UP yang dijual itu.

Selanjutnya, karena reksa dana diatas dialokasikan ke dalam Deposito Berjangka 1 bulan, maka tentunya setelah 1 bulan, akan ada bunga deposito yang didapat, sehingga akibatnya NAB dari UP Anda akan naik. Dalam contoh di atas, kita misalkan bahwa masing-masing deposito akan memberi bunga yang sama (meski kenyataannya akan berbeda-beda), seperti contoh tabel 2.

Menurut contoh tersebut, nilai UP yang tadinya dibeli seharga Rp 1.000, setelah satu bulan telah naik menjadi Rp 1.010. Ini berarti, dalam 1 bulan, si pemilik UP (investor) telah mendapatkan kenaikan NAB sebesar 1% per bulan.

Dalam kenyataannya, perubahan NAB suatu reksa dana sangat bergantung pada instrumen investasi yang dipilih tim pengelola investasi. Apabila mereka memilih instrumen deposito sebagai produk investasinya, maka NAB reksa dananya akan terus naik dan tidak mungkin mengalami penurunan. Ini karena sifat deposito yang pasti memberikan keuntungan berupa bunga, sehingga akan terus menambah nilai aset reksa dana.

Tapi ada juga reksa dana yang khusus berinvestasi ke dalam saham. Saham, tidak seperti deposito, memiliki kemungkinan keuntungan yang tidak pasti sifatnya. Bisa naik, bisa pula turun. Karena itu, nilai UP pada reksa dana saham memiliki kemungkinan untuk naik dan juga untuk turun. UP yang tadinya Anda beli seharga Rp 1.000, misalnya, bisa saja jadi Rp 900 pada satu bulan kemudian karena saham-saham yang dipilih oleh manajer investasi turun nilainya. Di sisi lain, bila nilai saham naik, besar kenaikan tersebut bisa lebih besar daripada deposito. Itulah sebabnya, reksa dana jenis ini disebut dengan nama reksa dana growth income.

Reksa dana lainnya ada yang berinvestasi ke dalam obligasi (surat hutang), dan ada juga yang berinvestasi ke dalam kombinasi dari dua atau lebih instrumen investasi, semisal gabungan saham dan obligasi, atau obligasi dan deposito.

Jadi, sebelum membeli reksa dana, tanyalah pada si penjual reksa dana atau bacalah terlebih dahulu prospektusnya (penjelasannya) sehingga Anda tahu reksa dana jenis apakah yang akan Anda beli. Apakah itu reksa dana yang mengalokasikan investasinya pada saham, obligasi, deposito, atau kombinasi antara dua atau tiga instrumen investasi.

Menjual Kembali Reksa Dana Yang Telah Anda Miliki

Setelah beberapa waktu, Anda bisa menjual kembali UP yang Anda miliki kepada perusahaan reksa dana Anda. Jenis reksa dana di mana Anda bisa menjual kembali UP Anda kepada perusahaan penerbitnya disebut dengan nama Reksa Dana Terbuka (open end mutual fund). Lawan dari Reksa Dana Terbuka adalah Reksa Dana Tertutup (closed end mutual fund). Reksa Dana Tertutup adalah jenis reksa dana di mana Anda tidak bisa menjual UP yang Anda miliki kepada penerbitnya, tapi Anda hanya bisa menjualnya kepada investor yang lain, dan penjualan tersebut harus dilakukan lewat bursa.

Untuk Reksa Dana Terbuka, bila sewaktu-waktu Anda ingin menjual UP Anda, maka Anda bisa menjualnya kembali kepada penerbit reksa dana Anda, dan perusahaan reksa dana dilarang untuk menolak penjualan kembali UP dari nasabahnya. Ini tentunya akan menguntungkan Anda.

Sebaliknya, pada Reksa Dana Tertutup, proses penjualan kembali sering mengalami hambatan karena tidak selalu ada investor yang mau membeli UP Reksa Dana Anda. Jadi dengan kata lain, UP dari Reksa Dana Terbuka lebih likuid dari UP pada Reksa Dana Tertutup.

Manfaat dan Resiko Reksadana

Tidak ada komentar:
Sama seperti bermain saham, reksa dana juga memberikan tingkat return yang lebih tinggi daripada deposito, namun demikian selain manfaat yang menggiurkan, rupanya reksadana juga memiliki resiko tersendiri. Seperti apakah manfaat dan resiko dari reksadana?

Manfaat Reksadana

Reksa Dana memiliki beberapa manfaat yang menjadikannya sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik antara lain:

Dikelola oleh manajemen profesional

Pengelolaan portofolio suatu Reksa Dana dilaksanakan oleh Manajer Investasi yang memang mengkhususkan keahliannya dalam hal pengelolaan dana. Peran Manajer Investasi sangat penting mengingat Pemodal individu pada umumnya mempunyai keterbatasan waktu, sehingga tidak dapat melakukan riset secara langsung dalam menganalisa harga efek serta mengakses informasi ke pasar modal.

Diversifikasi investasi

Diversifikasi atau penyebaran investasi yang terwujud dalam portofolio akan mengurangi risiko (tetapi tidak dapat menghilangkan), karena dana atau kekayaan Reksa Dana diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga risikonya pun juga tersebar. Dengan kata lain, risikonya tidak sebesar risiko bila seorang membeli satu atau dua jenis saham atau efek secara individu.

Transparansi informasi

Reksa Dana wajib memberikan informasi atas perkembangan portofolionya dan biayanya secara kontinyu sehingga pemegang Unit Penyertaan dapat memantau keuntungannya, biaya, dan risiko setiap saat.Pengelola Reksa Dana wajib mengumumkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) nya setiap hari di surat kabar serta menerbitkan laporan keuangan tengah tahunan dan tahunan serta prospektus secara teratur sehingga Investor dapat memonitor perkembangan investasinya secara rutin.

Likuiditas yang tinggi

Agar investasi yang dilakukan berhasil, setiap instrumen investasi harus mempunyai tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Dengan demikian, Pemodal dapat mencairkan kembali Unit Penyertaannya setiap saat sesuai ketetapan yang dibuat masing-masing Reksadana sehingga memudahkan investor mengelola kasnya. Reksadana terbuka wajib membeli kembali Unit Penyertaannya sehingga sifatnya sangat likuid.

Biaya Rendah

Karena reksadana merupakan kumpulan dana dari banyak pemodal dan kemudian dikelola secara profesional, maka sejalan dengan besarnya kemampuan untuk melakukan investasi tersebut akan menghasilkan pula efisiensi biaya transaksi.
Biaya transaksi akan menjadi lebih rendah dibandingkan apabila Investor individu melakukan transaksi sendiri di bursa.

Risiko Investasi Reksa Dana

Untuk melakukan investasi Reksa Dana, Investor harus mengenal jenis risiko yang berpotensi timbul apabila membeli Reksadana.

Risiko menurunnya NAB (Nilai Aktiva Bersih) Unit Penyertaan

Penurunan ini disebabkan oleh harga pasar dari instrumen investasi yang dimasukkan dalam portofolio Reksadana tersebut mengalami penurunan dibandingkan dari harga pembelian awal. Penyebab penurunan harga pasar portofolio investasi Reksadana bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya akibat kinerja bursa saham yang memburuk, terjadinya kinerja emiten yang memburuk, situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu, dan masih banyak penyebab fundamental lainnya.

Risiko Likuiditas

Potensi risiko likuiditas ini bisa saja terjadi apabila pemegang Unit Penyertaan reksadana pada salah satu Manajer Investasi tertentu ternyata melakukan penarikkan dana dalam jumlah yang besar pada hari dan waktu yang sama. Istilahnya, Manajer Investasi tersebut mengalami rush (penarikan dana secara besar-besaran) atas Unit Penyertaan reksadana. Hal ini dapat terjadi apabila ada faktor negatif yang luar biasa sehingga mempengaruhi investor reksadana untuk melakukan penjualan kembali Unit Penyertaan reksadana tersebut. Faktor luar biasa tersebut di antaranya berupa situasi politik dan ekonomi yang memburuk, terjadinya penutupan atau kebangkrutan beberapa emiten publik yang saham atau obligasinya menjadi portofolio Reksadana tersebut, serta dilikuidasinya perusahaan Manajer Investasi sebagai pengelola Reksadana tersebut.

Risiko Pasar

Risiko Pasar adalah situasi ketika harga instrumen investasi mengalami penurunan yang disebabkan oleh menurunnya kinerja pasar saham atau pasar obligasi secara drastis. Istilah lainnya adalah pasar sedang mengalami kondisi bearish, yaitu harga-harga saham atau instrumen investasi lainnya mengalami penurunan harga yang sangat drastis. Risiko pasar yang terjadi secara tidak langsung akan mengakibatkan NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang ada pada Unit Penyertaan Reksadana akan mengalami penurunan juga. Oleh karena itu, apabila ingin membeli jenis Reksadana tertentu, Investor harus bisa memperhatikan tren pasar dari instrumen portofolio Reksadana itu sendiri.

Risiko Default

Risiko Default terjadi jika pihak Manajer Investasi tersebut membeli obligasi milik emiten yang mengalami kesulitan keuangan padahal sebelumnya kinerja keuangan perusahaan tersebut masih baik-baik saja sehingga pihak emiten tersebut terpaksa tidak membayar kewajibannya. Risiko ini hendaknya dihindari dengan cara memilih Manajer Investasi yang menerapkan strategi pembelian portofolio investasi secara ketat.

Peluang di balik Krisis

Tidak ada komentar:





Pada kehidupan ini, umumnya kita senantiasa dihadapkan pada berbagai macam pilihan. Semua hal yang kita temui adalah hasil dari pilihan-pilihan yang telah kita putuskan. Namun demikian rupanya ada berbagai macam pilihan yang sulit terutama di saat yang genting atau terjadi krisis. Bagaimana kita menyikapinya pada ranah bisnis maupun perdagangan saham yang kita tekuni?

Pembaca pusat informasi sebetulnya tidak perlu kawatir mengenai krisis atau bencana. Kata krisis (wei-ji) dalam bahasa cina sebetulnya terbentuk dari dua kata yaitu bahaya (wei-xian) dan peluang (ji-hui). Jadi apakah suatu masalah atau krisis hanya menjadi bahaya atau bahkan malah berbalik menjadi peluang sebetulnya itu murni tergantung pada diri kita sendiri.

Pada perdagangan saham misalnya, ketika saham yang telah kita tekuni sebelumnya turun tajam karena rumor tertentu, misalkan seperti turunnya saham perbankan belakangan ini karena terjadinya krisis di Amerika, Eropa dan China saham perbankan akan turun drastis.

Mereka yang memilih krisis hanya sebagai bahaya, tentunya akan menjual sahamnya malah menghindarinya pada waktu ini. Namun demikian bagi yang melihatnya sebagai peluang mungkin juga akan menjual tetapi mereka tidak menghindarinya, justru tetap memantunya dan membeli kembali pada saat harga saham tersebut dinilai sudah terlalu murah.

Sedangkan pada bisnis umumnya, ketika bencana terjadi seperti adanya kebakaran pada stan pasar yang kita miliki, kemungkinan akan ada pembangunan atau peremajaan baru. Bagi mereka yang melihat sebagai peluang, mereka dapat saja segera mengkaji sisi pasar mana yang lebih menguntungkan dan langsung mencari stand kosong untuk ditempati apabila dijual oleh mereka yang melihat kebakaran hanya sebagai bencana.

Itu hanya menurut saya, bagaimana menurut pembaca pusat informasi?

Investasi Online iDRFinance

Tidak ada komentar:



Beberapa waktu lalu seorang teman memberitahu ada satu buah situs yang menawarkan investasi online dengan pengembangan dana yang sangat cepat hingga mencapai 1,3% per hari (bunga 39% per bulan). Saya kemudian jadi berpikir apakah ini termasuk salah satu model bisnis HYIP di Indonesia? Berbekal mesin pencari maka ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari model investasi online ini.


Fakta

Ketika seorang teman menyarankan kepada saya untuk membuka situs ini, sayapun kemudian bertanya kepada dia, berapakah hasil Investasi yang sudah dia dapat? Dia menjawab dari modal 500 ribu yang sudah dia setor, saat ini modal tersebut telah ditarik kembali dan diapun hanya menginvestasikan hasil dari pengembangan dana awal yang berjumlah Rp. 500 ribu pula.

Dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa iDRFinance benar-benar membayar investornya, namun demikian kata hati saya masih berkata lain, saya kemudian bertanya berapa lama situs ini sudah berdiri? Ternyata statistik situsnya mengatakan sejak "Oct 26, 2010".

Teman saya bergabung pada November 2010, ini berarti dia merupakan investor awal dari program bisnis online ala iDRFinance ini. Inilah mengapa situs iDRFinance masih mampu mengembalikan modal pokok teman saya dan membayar sebagian dari hasil pengembangan modalnya.

Perdebatan

Tidak ada Investasi dengan bunga yang sangat tinggi dan stabil

Konsep bisnis yang saya anut adalah "high risk high gain". Ini berarti semakin tinggi resikonya maka semakin tinggi pula hasil yang bisa di dapat. Dalam hal ini saya langsung membayangkan beberapa opsi Investasi umum yaitu reksadana, saham, obligasi dan deposito.

Saham umumnya sangat "volatile" inilah sebabnya bisa menghasilkan keuntungan yang tinggi, namun demikian biasanya tidak stabil hingga bisa dipastikan bunga 1,3% per hari.

Obligasi dan Deposito jauh lebih stabil dari saham, namun demikian return yang diberikan juga masih jauh dibawah 1,3%.

Reksadana merupakan gabungan dari opsi investasi saham, obligasi maupun deposito, oleh karena itu reksadana juga tidak mungkin memiliki return mencapai 1,3%

Dari kesimpulan diatas, saya masih tanda tanya bagaimana cara iDRFinance mengembangkan dana investornya?

Saya kemudian melihat logo alpari di situs iDRFinance, kalau membaca situsnya maka bisa dikatakan dia bekerja sama dengan alpari sebagai broker partner. Namun sebenarnya alpari itu apa sih? Kalau menurut google :

"Alpari is a retail forex broker that was established in Russia in 1998"

Saya kemudian berpikir, oh saya lupa ada beberapa instrumen investasi lain yaitu forex dan index. Tetapi apakah benar bisa stabil hingga 1,3% per hari? Kalau bisa dibagikan kepada investornya maka harusnya keuntungan per hari diatas 1,3% bukan?

Anda jawab sendiri saja ya!


Kesimpulan

Rekan saya merupakan investor awal
Rekan saya berhasil menarik modal investasi awal beserta sebagian bunganya
Tidak ada investasi dengan pengembalian bunga diatas 1,3% per hari (setahu saya)

Lalu bagaimana dia bisa mengembalikan modal investasi beserta hasil pengembangan investasi (membayar bunga)?

Inilah pertanyaan yang bagus! Dalam salah satu model investasi anda mungkin sudah mengenal yang dinamakan scam? Nah kalau iDRFinance ini merupakan kategori HYIP (High Yield Investmen Program) maka bisa dipastikan ini adalah scam (penipuan)

Model HYIP

Model HYIP sering dikaitkan dengan model penipuan yang dikenal dengan nama Ponzi scheme.

Model penipuan Ponzi scheme berjalan dengan cara :

1. Tidak ada investasi dalam arti investasi sebenarnya (forex, index, saham, obligasi dll)

Lihat penjelasan sebelumnya mengenai instrumen investasi

2. Admin bisa membayar investor dengan menggunakan dana investor lainnya.

3. Bunga investor awal dibayar dari modal yang disetor investor selanjutnya, ini artinya bunga dan modal investor selanjutnya akan dibayar dari modal investor selanjutnya lagi.

Bila ini terjadi maka lama kelamaan sistem investasi ini aka runtuh dengan sendirinya ketika beban bunga investasi yang ditanggung jauh lebih tinggi bila dibandingkan jumlah investor baru yang masuk berinvestasi.

Model Investasi ini pun akan menjadi runtuh ketika tidak ada investor baru yang bersedia untuk melakukan deposit uang.


PS : Saya sendiri ingin mencoba tetapi tidak berani, lagian investasi dengan modal 10rb? Jumlah segitu kan uang bensin motor selama setengah minggu, sayang ah hehehe

Reksa Dana

Tidak ada komentar:

Reksa dana menurut wikipedia

Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.

Reksa Dana menurut UU

Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”
Dari kedua definisi di atas, terdapat tiga unsur penting dalam pengertian Reksadana yaitu:
  1. Adanya kumpulan dana masyarakat, baik individu maupun institusi
  2. Investasi bersama dalam bentuk suatu portofolio efek yang telah terdiversifikasi
  3. Manajer Investasi dipercaya sebagai pengelola dana milik masyarakat investor.
Pada reksadana, manajemen investasi mengelola dana-dana yang ditempatkannya pada surat berharga dan merealisasikan keuntungan ataupun kerugian dan menerima dividen atau bunga yang dibukukannya ke dalam "Nilai Aktiva Bersih" (NAB) reksadana tersebut.

Kekayaan reksadana yang dikelola oleh manajer investasi tersebut wajib untuk disimpan pada bank kustodian yang tidak terafiliasi dengan manajer investasi, dimana bank kustodian inilah yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan administratur.

Jenis Reksa Dana

Reksadana Pendapatan Tetap.

Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelola (aktivanya) dalam bentuk efek bersifat utang.

Reksadana Saham.

Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelolanya dalam efek bersifat ekuitas.

Reksadana Campuran.

Reksadana yang mempunyai perbandingan target aset alokasi pada efek saham dan pendapatan tetap yang tidak dapat dikategorikan ke dalam ketiga reksadana lainnya.

Reksadana Pasar Uang.

Reksadana yang investasinya ditanam pada efek bersifat hutang dengan jatuh tempo yang kurang dari satu tahun.

Apa itu NAB dalam reksa dana? NAB (Nilai Aktiva Bersih) merupakan salah satu tolok ukur dalam memantau hasil dari suatu Reksa Dana.NAB per saham/unit penyertaan adalah harga wajar dari portofolio suatu Reksadana setelah dikurangi biaya operasional kemudian dibagi jumlah saham/unit penyertaan yang telah beredar (dimiliki investor) pada saat tersebut.

Berada di Halaman Depan Mesin Pencari

1 komentar:


Rekan-rekan pembaca umumnya ingin ya berada di halaman depan mesin pencari seperti Google dan Yahoo? Nah sebetulnya ada banyak sekali kata yang tepat untuk menggambarkan strategi ini. Penulis pernah mendengar istilah asingnya yaitu SEO (Search Engine Optimization), tetapi terlalu muluk rupanya tekniknya karena memang hanya Google yang mengetahui algoritma dari mesin pencari mereka, penulis juga yakin ini berlaku untuk Yahoo, Bing, Baidu dan masih banyak lagi.

Lalu bagaimana bisa berada di halaman depan mesin pencari? Apa saja teknik yang mungkin bisa dilakukan? Atau setidaknya bagiamana penulis melakukan hal ini? Nah kalau pertanyaan yang terakhir mungkin penulis bisa menjawab dengan jelas.

Pada awalnya dulu penulis menggunakan teknik bold, underline, warna yang berbeda hingga penggunaan tanda kutip dua untuk kata kunci yang penulis inginkan. Kali ini penulis merasa teknik itu sudah tidak terlalu memenuhi tujuan penulis yaitu berada di halaman depan mesin pencari.

Baiklah, jujur saja disini penulis menggunakan pengulangan kata bukan? coba perhatikan ada berapa kata "berada di halaman depan mesin pencari". Lihat bahkan penulis masih menggunakan tanda kutip? Oh tidak itu hanya untuk membantu rekan semua bahwa penulis masih menggunakan perulangan kata kunci di setiap tulisan. Tapi hal itu hanyalah teknik ringan yang sangat gampang ditiru oleh blogger lain. Lalu apa yang harus dilakukan agar kita bisa tampil di halaman depan mesin pencari (ups tertulis lagi .. ..)

Untuk bisa tampil di halaman depan, sebetulnya kita harus memiliki konten yang unik. Kami ulangi, kita harus memiliki konten yang unik. Dalam bahasa luarnya bisa dinamakan sebagai "killer content". Maksud penulis disini adalah sedapat mungkin kita mencari topik yang sedang hangat dibicarakan dan akan terus dibicarakan. Misalkan kita menulis tentang saham. Maka kita akan bahas segala hal yang berkaitan dengan pergerakan saham terutama history serta alasan - alasan yang mendukung pada saat dimana terjadi lonjakan harga saham tertentu ataupun penurunan harga saham tertentu termasuk pergerakan IHSG.

Dengan semakin jelasnya tulisan tersebut, sebetulnya yang penulis bidik adalah komunitas. Iya betul komunitas! Bahkan Google sendiri meluncurkan Google Plus dengan harapan membidik komunitas seperti Facebook membidik komunitas?

Sekarang coba bayangkan, dengan tulisan yang menarik maka ada kesempatan tulisan tersebut akan di share oleh sebuah komunitas. Tentunya kita akan mendapat pengunjung dari komunitas tersebut dan apabila ada pembaca lain yang datang dari mesin pencari dan dia diarahkan ke situs komunitas tersebut maka bisa dipastikan akan diarahkan kembali ke situs kita sebagai asal dari tulisan yang di share di komunitas tersebut.

Dalam bahasa lain, artikel kita akan mendapatkan bobot tersendiri setelah di link dari situs lain yang lebih besar. Coba bayangkan misalkan kita mendapatkan link dari detik.com di halaman utamanya. Berapa banyak jumlah pembaca yang mungkin bisa kita dapatkan? Nah kenaikan jumlah pembaca inilah yang menurut penulis berakibat pada ranking kita di Google. Dimana semakin tinggi ranking kita maka semakin besar kesempatan untuk tampil di halaman depan mesin pencari.

Penulis sendiri memiliki beberapa situs lain yang saat ini memang sudah 5 bulan tidak pernah di update kembali karena kesibukan penulis dan untuk menyeimbangkan dunia maya dan dunia nyata. Situs tersebut dulunya tampil sebagai nomor 1 di mesin pencari untuk satu kata kunci yang memang penulis bidik. Namun demikian berhubung hobi berkembang, penulis memutuskan untuk tidak terlalu banyak melakukan update dan hanya melakukan link dari situs lain (link farm). Namun demikian hasilnya, sekarang situs tersebut hanya tampil di halaman ke dua dari mesin pencari sekelas Google. Dan tampil di halaman antah berantah di mesin pencari lainnya.

Selamat Mencoba!