Advertorial Bisnis Online

Membeli Rumah Lelang Bank



Berbekal pengalaman rekan penulis yang memberanikan diri membeli rumah yang di lelang oleh Bank, pada kesempatan ini penulis ingin membagi tips maupun cara mudah membeli rumah lelang pada bank dengan harga yang lebih murah. Tertarik mengajukan KPR untuk membeli rumah yang dilelang oleh Bank?

Kenapa bisa murah?

Penulis yakin diantara pembaca ada yang sedang mencari informasi rumah lelang. Perbankan memang biasanya memiliki nasabah pinjaman dengan kriteria kredit macet sehingga bank dengan terpaksa harus menjual aset debitur berupa tanah dan bangunan sebagai second way out.

Nah rumah ini biasanya dijual melalui mekanisme lelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) pada tanggal yang telah ditentukan oleh bank dan KPKNL.

Terkadang sebetulnya bank sudah melakukan pelelangan rumah hingga kesekian kali. Namun bisa saja karena tidak banyak calon pembeli yang mengetahuinya, aset berupa tanah maupun rumah tersebut belum diminati pasar sehingga harus dilakukan lelang di kesempatan berikutnya.

Bagi perbankan, pelelangan yang lambat tentunya berimbas pada biaya yang membesar karena mereka juga harus membentuk cadangan kredit macet sebesar 100%. Ini artinya ada uang bank yang tidak dapat diputar bukan?

Karena beberapa sebab inilah terkadang pada pelelangan ke dua dan seterusnya, bank bisa menurunkan limit harga lelang bila diperlukan.

Baiklah bagi pembaca yang ingin membeli rumah harga murah hasil lelang, berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan.

Informasi Rumah Lelang

Bila pembaca memang ingin membeli rumah lelang, cobalah untuk mengikuti perkembangan informasi lelang rumah di perbankan. Terkadang mereka membuat daftar aset/rumah yang di lelang di sekitar kantor sehingga calon pembeli dapat melihat dan debitur kredit macet juga tergerak untuk melunasi bila mereka masih sayang dengan rumahnya.

Penyetoran Limit Harga

Untuk mengikuti lelang biasanya KPKNL akan menyertakan nominal tertentu yang harus dibayar oleh peserta lelang. Jumlah ini biasanya tertera pada daftar informasi rumah yang dilelang oleh Bank.

Pastikan Kondisi Rumah

Sebelum membeli rumah yang dilelang oleh KPKNL dan perbankan sebaiknya kita melihat kondisi fisik rumah terlebih dahulu seperti lebar jalan, kondisi tembok, cat, kusen dll. Pastikan juga aliran listrik PLN, Telkom dan PDAM masih ada untuk menghindari biaya pasang baru.

Beberapa lingkungan rumah yang sudah sangat solid dapat saja tidak menyukai penghuni baru di lingkungan mereka. Terlebih bila lingkungan tersebut merupakan lingkungan keluarga. Hal ini biasanya terjadi di beberapa suku di Indonesia.

Pastikan Sumber Dana

Bila pembaca ingin membeli rumah lelang, pastikan dulu sumber dana kita untuk membayar hasil lelang bila kita menang maksimal 3 hari. Apabila kita tidak melakukannya maka sejumlah uang yang kita setor sebelumnya sebagai tanda kita ikut lelang sebagai limit harga lelang.

Karena ada batas waktu tersebut, bila kita ingin membeli rumah lelang dengan cara KPR, ada baiknya kita memastikan permohonan KPR kita disetujui. Kita bisa menghubungi bagian lelang dari bank tersebut untuk mengetahui jadwal lelang dan mengusahakan agar KPR kita disetujui sebelum jadwal lelang.

Ajukan KPR di Bank Lelang

Ada baiknya bila kita ingin membeli rumah lelang di bank tertentu misal di Bank BRI, maka sebaiknya kita juga mengambil KPR di BRI juga untuk mempercepat proses. Ini dimaksudkan karena perbankan akan mendapat dua keuntungan yaitu berkurangnya kredit macet dan bertambahnya pemasaran kredit pemilikan rumah.

Hubungi Notaris

Kurang lebih 2 minggu sebelum jadwal lelang, ada baiknya kita berkoordinasi dengan notaris untuk memastikan semua hal terkait legalitas KPR termasuk akad kredit telah siap. Ini dimaksudkan bila kita menang lelang, kita dapat segera akad kredit untuk mencairkan KPR ke rekening KPKNL. Ingat apabila dalam waktu 3 hari setelah kita dinyatakan menang lelang kita belum menyetor sisa harga rumah yang dilelang maka uang kita yang telah disetor sebelumnya ke KPKNL akan dinyatakan hangus.

19 komentar:

  1. saya ingin tahu brap persen yg akan didapt dri si pemilik rumah,jika penjualan lelang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. JIKA ANDA BUTUH ANGKA JITU 2D.3D.4D SGP& HK DI JAMIN100% TEMBUS SILAHKAN HUB KI-RONGGENG :(085256200352)ATAU KUNJUNGI WEBsite ASLI {KLIK} http://kironggeng.blogspot.com terimah kasih

      Hapus
    2. untuk pengambilang angka gaib terjamin hbg AKII DEWA di no:085293577799 atau klik http://dewajuditogel2547.blogspot.com terimah kasii..

      Hapus
  2. apakah harga limit lelang sudah menjadi harga akhir sewaktu pelelangan??

    BalasHapus
  3. @anonim

    jumlah yang didapatkan oleh pemilik rumah bervariasi dan tidak dihitung dalam prosentase tertentu.

    pada lelang bank, maka bank akan mengambil sejumlah hasil penjualan sebagai pelunasan tunggakan pokok maupun bunga. Apabila ada sisa bisa saja disampaikan kembali ke nasabah.

    BalasHapus
  4. @danu akbar

    harga limit lelang merupakan harga awal dari pelelangan rumah. Harga tersebut bisa naik tanpa batas sesuai mekanisme lelang

    BalasHapus
  5. SEpengetahuan saya untuk lelang harus dengan uang cash dan tidak bisa melalui KPR walaupun KPR-nya melalui bank yang akan melelang asetnya.

    BalasHapus
  6. @drajat

    sebetulnya yang titik penting dari pembelian rumah melalui lelang adalah KPKNL biasanya memberikan batas waktu 3 hari untuk melunasi sisa uang sesuai harga lelang.

    Pada kesempatan tersebut kita bisa mengajukan KPR tetapi permasalahannya adalah pihak Bank yang membiayai via KPR mewajibkan pemenang lelang untuk memberikan sertifikat sebelum pinjaman KPR keluar (yg digunakan untuk melunasi ke KPKNL)

    Sedangkan pihak Bank pemegang sertifikat semula biasanya mewajibkan pelunasan tersebut harus dilakukan terlebih dahulu sebelum mereka bersedia mengeluarkan sertifikat tersebut.

    Karena alasan inilah biasanya pembelian aset lelang dari suatu bank relatif lebih mudah bila KPR-nya dlakukan di bank tersebut.

    Bila dilakukan di bank lain, maka muncul permasalahan penyerahan sertifikat dan pelunasan sisa uang sesuai harga lelang.

    semoga terbantu

    BalasHapus
  7. Saya mau bertanya pak
    1.apakah limit lelang bisa turun lagi kalau lelang pertama tdk laku?
    apakah ada aturan/dasar hukum penentuan tarif lelang
    2.apakah jika ada sisa hasil lelang pasti dikembalikan kepada debitur?
    Praktek yg terjadi apakah demikian

    Trimakasih atas jawabanya

    BalasHapus
  8. @Anonim

    Harga lelang bisa turun apabila lelang pertama tidak laku

    Namun demikian perlu diingat bahwa pada prinsipnya pihak Bank ingin agar tunggakan nasabah dapat diselesaikan lengkap dengan biaya-biaya yang timbul. Oleh karena itu mengingat harga properti yang selalu naik maka harga limit lelang biasanya tidak semudah itu untuk turun.

    Apabila ada kelebihan dari hasil penjualan lelang dikurangi tunggakan dan biaya-biaya lain, maka sisa lelang biasanya dikembalikan ke nasabah.



    BalasHapus
  9. Sebagai pemenang lelang biaya-biaya apa saja yang harus dilunasi pak? Apakah ada beban lelang dan beban biaya eksekusi yang harus dibayarkan oleh pihak pemenang elalng(pembeli)? Terimakasih

    BalasHapus
  10. dimana saya bisa mengetahui daftar lelang?
    semisal saya mau mencari daftar lelang bank terntentu dimana saya mulai mencari?
    apakah mengikuti balai lelang juga aman?

    BalasHapus
  11. sangat menginspirasi ganz ...
    Disimak juga ya ganz Info dijual rumah baru murah

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih telah mampir, informasi rumah yang sangat menarik

      Hapus
  12. terima kasih informasinya, sangat bermanfaat gan

    jual rumah
    model rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih telah membaca ulasan kami tentang membeli rumah lelang bank

      Hapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. Hati-hati sebelum membeli
    Perlu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam membeli angunan yang diambil alih bank dan dijual melalui lelang (dalam hal ini rumah) terutama jika dipersyarkan “obyek yang akan dilelang sesuai dng kondisi apa adanya (as is)”; di dalamnya ada resiko yang melekat.
    Resiko dapat diidentifikasi dng mengevaluasi keabsahan bukti-bukti dokumen dan keadaan phisik rumah yang akan dilelang. Meski bukti-bukti dokumen dikuasai bank, belum tentu dng phisik rumahnya, o.k.i. perlu survey ke lokasi. Jika ditemukan phisik rumah dikuasai pemilik atau pihak ketiga … jangan-jangan anda malah disambut pentungan … mau melapor kepada yang berwajib?!. … HeHeHe.
    Sebaliknya, jika phisik rumah dalam keadaan kosong pun tetap perlu diidentifikasi dng menanyakan ke Ketua RT atau tetangga apakah pemilik rumah yang akan dilelang sudah pindah rumah, atau tidak diketahui lagi keberadaannya, atau jangan-jangan sedang sembunyi menunggu situasai … dan anda malah nanti diteror.

    BalasHapus
    Balasan
    1. @maman rachman

      masukan yang sangat menarik, terutama mengenai penguasaan fisik rumah

      karena bagaimanapun inti dari pemilikan properti adalah penguasaan baik dokumen maupun fisik rumahnya

      Hapus

Punya pendapat yang berbeda?
Ingin bertanya lebih lanjut?

Kami sangat berterima kasih bila anda berkenan untuk menuliskan beberapa patah kata di kotak komentar kami

:: klikmenurutsaya ::