Advertorial Bisnis Online

Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah salah satu produk pinjaman yang diluncurkan pada tanggal 5 November 2007 oleh SBY selaku Presiden RI di Kantor Pusat BRI dengan menekan tombol sirene. Peluncuran KUR pada saat itu disaksikan oleh sejumlah menteri kabinet Indonesia Bersatu, jajaran perbankan, UMKM, Koperasi dan Perusahaan Asuransi.


Bunga KUR

Pada saat peluncuran, bunga KUR relatif tinggi yaitu sebesar 22% efektif pertahun untuk KUR Mikro dengan pinjaman dibawah 100 juta dan 13% efektif pertahun untuk KUR Ritel dengan pinjaman mulai 100 juta dan maksimum 500 juta. Saat ini sesuai dengan website BRI,per Januari 2016 ternyata bunga KUR turun jauh menjadi 9% efektif per tahun atau setara 0.41% flat per bulan. 

Bunga ini tentunya sangat murah bila dibandingkan pada saat peluncuran pada tahun 2007 yang lalu. Dengan yang sangat murah ini diharapkan penyerapan produk KUR untuk UMKM di Indonesia sangat cepat sehingga KUR dapat menjadi pintu bagi calon pengusaha baru untuk memulai usaha. Kemudian pengusaha baru yang berkembang usahanya dapat beralih menjadi debitur kredit komersial dengan nilai pinjaman yang lebih tinggi sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas usahanya.


Penggunaan KUR

KUR Mikro dapat digunakan modal kerja maupun investasi dengan maksimum kredit sampai dengan 25 Juta Per Debitur sedangkan KUR Ritel memiliki maksimum kredit sampai dengan 500 juta per debitur. Di luar KUR Mikro dan KUR Ritel tersebut adalagi produk pembiayaan keberangkatan calon TKI dengan nama produk KUR TKI yang memiliki plafond maksimal sampai dengan 25 juta per debitur.

KUR TKI dapat dilayani dengan negara penempatan Singapura, Hongkong, Taiwan, Brunei, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia


Sumber Dana KUR

Pertanyaan terkait KUR umumnya lebih sering mengarah ke apakah KUR adalah dana hibah? Nah pada kesempatan ini kami jelaskan kembali bahwa dana yang diberikan oleh Bank untuk pembiayaan kredit KUR berasal dari dana yang dikumpulkan dari masyarakat.

Berhubung dana yang dikumpulkan dari masyarakat wajib diberi bunga dan dikembalikan ke masyarakat bila mereka melakukan penarikan, KUR wajib dikembalikan dan diangsur secara rutin setiap bulan. Angsuran tersebut diharapkan dapat disalurkan kembali kepada debitur KUR berikutnya sehingga seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan untuk menikmati kredit KUR.


Agunan KUR

Sesuai dengan prinsip perbankan, yang menjadi agunan KUR adalah usaha KUR itu sendiri. Agunan tambahan berupa aset (Tanah, Bangunan, BPKB dll) tidak wajib dipenuhi namun khusus untuk KUR Ritel dapat tetap diminta agunan sesuai dengan ketentuan Bank.


Persyaratan KUR

Sesuai dengan situs BRI (http://bri.co.id/articles/61), persyaratan pinjaman KUR tertulis sebagai berikut :

KUR Mikro BANK BRI

    Individu (perorangan) yang melakukan usaha produktif dan layak
    Telah melakukan usaha secara aktif minimal 6 bulan
    Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan, Kartu Kredit
    Persyaratan administrasi

     Identitas berupa KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat ijin usaha

KUR Ritel BANK BRI

    Mempunyai usaha produktif dan layak
    Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan, Kartu Kredit
    Telah melakukan usaha secara aktif minimal 6 bulan
    Memiliki Surat Ijin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau surat ijin usaha lainnya yang dapat dipersamakan

KUR TKI BANK BRI

Individu (perorangan) calon TKI yang akan berangkat bekerja ke negara penempatan.

Persyaratan administrasi:

    Identitas berupa KTP dan Kartu Keluarga
    Perjanjian kerja dengan pengguna jasa
    Perjanjian penempatan
    Passpor
    Visa
    Persyaratan lainnya sesuai ketentuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Punya pendapat yang berbeda?
Ingin bertanya lebih lanjut?

Kami sangat berterima kasih bila anda berkenan untuk menuliskan beberapa patah kata di kotak komentar kami

:: klikmenurutsaya ::