Advertorial Bisnis Online

Helm SNI, SNELL & DOT



tulisan ini muncul atas ide blog
diviarsa

Melalui Peraturan Menteri Perindustrian No 40/M-IND/Per/6/2008, Pemerintah mewajibkan seluruh pengendara sepeda motor menggunakan helm yang telah lulus standarisasi nasional dan mendapatkan label SNI.

Seperti halnya peraturan pemerintah yang lain, peraturan baru biasanya memiliki pro dan kontra tersendiri. Ini bisa dilihat pada situs detik yang mengumpulkan jenis pro dan kontra beserta dengan alasannya tersendiri (lihat pro dan kontra).

Pro Kontra

Mereka yang pro rata-rata mengatakan bahwa ini bagus untuk Indonesia agar semuanya standar dan ini memang demi keamanan dan kenyamanan berkendara. Rata-rata yang mengatakan pro kalau saya lihat tidak begitu tahu tentang teknologi helm dan kualitas standar helm ber-SNI. Mereka yang kontra (saya termasuk kontra kali ya) rata-rata merupakan bikers sejati mengungkapkan kekecewaannya mengenai standar helm SNI ini karena memang helm yang mereka miliki tidak mempunyai standar SNI. Tetapi jangan salah helm yang mereka miliki lebih mahal dan standar yang diterapkan adalah standar luar negri.

Sesuatu yang baru wajar mendapat pro dan kontra. Sesuatu yang diatur saja terkadang masih ruwet, apa lagi yang tidak diatur. Inilah titik tengah kenapa helm dengan standar SNI wajib digunakan.


Alasan Kontra Biker



gambar dari ducatimonster.files.wordpress.com

Saya bertanya kepada anda, mungkinkah helm diatas memiliki standar SNI?

Helm diatas adalah Helm Nolan Xlite X602 dan helm tersebut dipakai pada ajang MotoGP-WSBK. Namun demikian helm yang terlihat sangat aman tersebut tidak ber SNI , dengan katak lain helm diatas tidak ber-SNI. Namun demikian jangan salah tangkap dulu mengenai kualitasnya. Helm diatas malah mendapat sertifikat dari -SNELL-FIM.

Helm standar SNELL dan DOT

Bagi yang belum tahu, SNELL MEMORIAL FOUNDATION merupakan lembaga institusi standar independen yang tidak terikat pada regulasi Negara. Lembaga ini diakui memiliki standar tinggi dan didukung oleh banyak pabrikan helm kelas dunia. Bahkan SNELL melakukan pengujian lebih ketat dari standar pemerintah amerika. SNELL bahkan memiliki spesifikasi yang sangat spesifik meliputi tipe dan ukuran.

Beberapa merek Helm yang memiliki kualifikasi SNELL antara lain AGV, Arai, Astral-X, Astro-TR, Chaser, Classic-LE2, Classic/c, Condor, Corsair, GP-5X, Omni-J, Quantum-2, Rapide-Ov, X-Eleven, dan XR-1000

Salah satu lembaga sertifikasi helm lainnya adalah DOT. DOT merupakan singkatan dari Departement of Transportation di amerika dengan kode FMVSS 218. Helm yang memiliki stiker DOT adalah helm yang telah lulus uji produk yang dilakukan oleh NHTSA (National Highway Traffic Safety Association). Helm dengan stiker DOT banyak ditemukan di pasaran antara lain dengan merek KYT, MDS dan helm lain yang mereknya gak terlalu saya hafal.

Sebetulnya helm dengan sertifikasi SNELL dan DOT merupakan sertifikasi yang diakui oleh International dan diadopsi oleh 50 negara besar di dunia diantaranya negara-negara Eropa, Amerika dan Jepang. Lantas apakah helm dengan standar SNI jauh lebih aman daripada standar SNELL atau DOT?

Helm Standar SNI

Nah sebelum kita menjelajah lebih jauh, baca dulu deh standarisasi helm SNI. Sebetulnya undang-undang tidak menjelaskan secara rinci spesifikasi helm SNI, namun demikian ada patokan khusus helm SNI sbb (diambil dari blog diviarsa):

kualifikasi helm yang memenuhi aturan SNI adalah helm terbuka (open face) dan tertutup (full face). helm terbuka memiliki konstruksi bagian yang menutup kepala sampai dengan bagian leher dan menutup depan kuping, sedangkan full face memiliki bentuk helm yang menutup kepala atas, bagian leher dan bagian mulut.

helm yang standar harus memiliki tempurung, lapisan pelindung bagian dalam untuk menyerap energi benturan, pelindung muka, bantalan kenyamanan, lapisan pengaman, alat penahan, tali pemegang, penutup dagu, pet, penutup wajah bagian bawah, lubang ventilasi, lubang pendengaran, jaring helm, dan bidang dasar kepala


Apakah SNI lebih bagus dibanding SNELL / DOT

Orang Indonesia sering menyebutkan ada harga ada rupa. Ini ternyata juga berlaku pada helm lho. Harga helm keluaran SNELL / DOT berbanding lurus dengan kualitas helmnya. Kalau penasaran dengan yang namanya harga helm intip deh list harga berikut (dianbil dari ducati monster) :

Arai (4-8 juta)
Airoh (1-3 juta)
Agv (1-7 juta)
Bieffe (2-5 juta)
Caberg (4-8 juta)
Dainesse (2-4 juta)
Givi (1-3 juta)
Nolan (2-6 juta)
Rheos (2-3 juta)
Shark (2-4 juta)
Shoei (4-8 juta)
Vemar (2-6 juta)
Xlite (3-6 juta)

Nah bagaimana dengan harga helm ber SNI?

BMC (95rb - 400rb)
Hiu (65rb - 200rb)
dll.

(tolong tambahkan infonya di kotak komentar).

O iya sedikit sharing saat ini helm yang saya pergunakan adalah BMC tipe touring yang bisa dibeli dengan harga 95rb. Helm tersebut menurut saya sudah pas dengan kebutuhan (saya gak pernah ngebut seh) dan sesuai dengan harga motor. Saya rasa gak cocok kalau pakai helm asli Arai yang memiliki harga 5 juta saya pakai dengan motor Supra X 125 hehehe

Tips Memilih Helm

Ini ada beberapa tips untuk memilih helm dari ducatimonster (sebuah situs bikers sejati di Indonesia).

Selain sertifikasi dari Snell atau DOT, ada beberapa cara untuk mengetahui apakah helm tersebut berkualitas baik atau tidak. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :
  1. Memiliki ukuran proprosional - tidak terlalu besar atau sebaliknya
  2. Tidak kopong - Bila di ketuk bagian batoknya tidak berbunyi nyaring
  3. Tidak lentur - Helm di posisikan terbalik bila kedua sisinya ditekan tidak berubah bentuknya
  4. Memiliki ketebalan stirofom sekitar 1 cm dan terdapat lapisan busa setebal 1 cm pada bagian depan
  5. Jarak dari mulut pemakai dengan ujung helm sekitar 1-1.5 cm
  6. Kaca helm tidak terlalu tipis, ketebalannya sekitar 2-3 mm
  7. Terbuat dari bahan Plastik atau Karbon Kevlar
Helm yang baik tentunya berbeda dengan helm yang hanya menarik dari segi penampilanya. Kadang untuk mengetahui kualitas helm tersebut baru terlihat setelah dipakai.
  1. Helm dengan ukuran yang pas, tidak terasa “oblak” saat di pakai
  2. Suara kendaraan lain terdengar jelas meski kaca helm tertutup
  3. Kaca helm tidak mudah mengembun maupun kemasukan angin
  4. Ketika ventilasi helm dibuka hembusan angin masuk melalui lubang ventilasi tersebut
Pemerintah Mewajibkan Helm ber SNI apakah semua helm tanpa logo SNI akan ditilang?

Menurut detik, polisi belum menilang helm non SNI di Jakarta, namun saya rasa ini hanya masalah waktu, seiring dengan banyaknya pengguna helm ber SNI helm non SNI pasti akan ditilang juga. Adalah wajar bagi polisi untuk menilang pengguna jalan yang tidak menggunakan helm standar, namun demikian banyak orang bertanya apakah pengguna helm dengan kualitas jauh diatas SNI (jauh diatas standar yang ditetapkan pemerintah) juga akan kena tilang?

Helm SNI dan peraturan menteri perindustrian

Sebetulnya agak aneh ketika saya membaca bahwa yang mewajibkan helm ber SNI adalah peraturan menteri perindustrian. Saya melihat adanya satu hal bernuansa bisnis disini. Memang industri helm di Indonesia harus dilindungi salah satunya dengan peraturan pemerintah yang mewajibkan penggunaan helm ber SNI, namun demikian patut dilihat juga kalau yang menjadi alasan adalah keselamatan maka harusnya peraturannya adalah helm yang digunakan minimal ber-SNI. Dengan demikian helm dengan kualitas jauh diatas standar SNI seperti SNELL dan DOT masih boleh dipergunakan.




74 komentar:

  1. hehe..helm gw hrg 140rb (gak nyombong nih :) ) pakenya jg karisma... kalo pake kawasaki ninja RR mungkin baru pake helm arai yg jutaan itu.. thx infonya bro.. :)

    BalasHapus
  2. hehe sebetulnya setelah buat postingan ini, di sepanjang jalan aku ngeliatin semua helm yang dipakai pengendara lain. memang rata-rata yang make helm bagus (mahal) minimal pake motor cowok.
    tapi jangan salah banyak juga pengguna motor cewek yang make helm full face dengan harga mahal.

    BalasHapus
  3. Quote ini :
    "O iya sedikit sharing saat ini helm yang saya pergunakan adalah BMC tipe touring yang bisa dibeli dengan harga 95rb. Helm tersebut menurut saya sudah pas dengan kebutuhan (saya gak pernah ngebut seh) dan sesuai dengan harga motor. Saya rasa gak cocok kalau pakai helm asli Arai yang memiliki harga 5 juta saya pakai dengan motor Supra X 125 hehehe"

    Agak kurang setuju..
    Menurut saya, yg namanya bahaya kecelakaan (apalagi kepala) itu tidak mandang orang pake motor mahal atau murah.. ngebut atau enggak.. atau pakai helm mahal atau murah..

    Jadi menurut saya worth saja mo pakai AGV harga sejutaan, tapi motornya cuman SupraX-125..
    Itu sesuaikan dengan kemampuan kantong saja..

    Yg heran malah, motornya Ninja 150/250, tapi helmnya model batok 20rb-30rb..

    CMIIW

    BalasHapus
  4. Yg heran malah, motornya Ninja 150/250, tapi helmnya model batok 20rb-30rb..

    reply :
    kan biar keliatan ganteng atau keren gak nyang nyetir :))

    BalasHapus
  5. @altez

    hihi memang seh yang namanya kecelakaan gak mandang motornya apa dan helmnya apa, maksudku secara pribadi pake BMC (moga2) aman. Tapi ada juga seh cerita dari teman yang pake helm halface (mahal) ketika jatuh dia terlindung, cuma sayange tulang hidung patah karena gak terlindung.

    well kl kaya gini mesti cari yang full face memang :D, tapi ya sesuai kantong bro.

    @anonim

    lucu juga, aku kadang juga mikir kaya gitu, kl pake helm fullface kan yang nyetir keliatan garang. kaya pepatah jawa, "ajining rogo awiting soko busono".

    BalasHapus
  6. hahahaha....
    lulu jg ttg yg ga kliatan wajah ny...

    mnurut saya..
    helm jgn trlalu cri yg murah aja...

    ortu saya ada jual helm jg...
    bnyk yg melht helm dr hrga nya aja..

    malah nyari ny yg plg murah gt..
    cape deeeh...

    gw sndiri pke merek DAVIDA tu..
    ad yg tw ga..??
    haha...
    kmren jatuh berat...
    untung pke helm...
    kl ga..
    ga tw gmn btk muka saya skrg..
    hehehe

    BalasHapus
  7. maksudnya pake helm bagus emang biar slamet .. tapi kalo mo celaka biar pake ARAY 8 jt mah tetep aja celaka..tapi mendingan, baret d kepala rada dikit ..

    BalasHapus
  8. betul bro, yang penting safety first aja lah

    BalasHapus
  9. Menurut saya, helm yang seharusnya diperbolehkan di indonesia adalah yang bersertifikasi SNI, DOT, SNELL dan semua merk yang bersertifikasi tsb terdaftar di Catatan unit lantas. Kalo bisa dibuat simpel kenapa dipersulit? Toh beli helm bersertifikat internasional juga nggak rugi kalo memang uangnya ada. Karena kita semua pasti sayang kepala. Setuju teman2??? Keep Safety Riding

    BalasHapus
  10. @riky

    setuju banget deh memang yang penting adalah keselamatan. pada waktu tulisan ini dibuat memang yang disorot adalah kenapa seakan-akan helm SNI diatas SNELL dan DOT

    BalasHapus
  11. safety dan kenyamanan saat dipakai tentunya.

    helm yang ever berat lama2 bisa bikin leher sakit.

    BalasHapus
  12. @ardhi

    iya teman, kalau helmnya terlalu berat juga gak seru kalau dipakai touring dan mudik yang memakan waktu berjam-jam hehe

    BalasHapus
  13. Kenapa harus SNI? Karena jalan di Indonesia banyak lobangnya. Makanya harus pake SNI, karena sudah diperkirakan dengan kondisi jalan kita. HA9x.........

    BalasHapus
  14. helm saya "Ink" harga 250rb (di balikpapan)..dah ganti 4 kali soalnya ilang mulu diparkiran(padahal dah di taruh dibawah jog motor)..
    APalagi pake Nolan ATo Arai??..dulu pernah pake Nolan meski motor cm astrea Grand..tp di lego ajalah ketimbang ilang????he he he he

    BalasHapus
  15. @anonim
    hihi setuju2 memang salah satu harus standar lah biar selamat. karena jalannya tidak standar (berlubang) makanya helm nya harus standar biar (lebih) aman

    @anomin
    dari pengalaman sering kehilangan helm, mungkin lebih baik cari helm yang (sangat) aman tapi tampilannya jelek biar gak dimaling

    BalasHapus
  16. kalu saya mah setuju saja
    mau pake yang harga jutaan atau ratusan ribu yang penting selamet eh selamat.
    industri dalam negeri tetap musti dilindungi.
    untuk peraturan saya mendukung "helm yang dipakai minimal harus berstandard SNI"
    Say No To Helm Batok

    BalasHapus
  17. @tri

    betul sekali saya setuju produk/industri dalam negri harus dilindungi. tetapi kualitas produk dan kenyamanan produk dalam negri memang harus setara dulu dengan produk luar sebelum melarang penggunaan helm standar luar yang belum ber SNI,

    ngomong2 lampu di rumah yang ada "SNI" nya gak lebih awet dari merk luar "Ph***ps" lho @_@

    BalasHapus
  18. helm gw udah ada stempelnya tiga tiganya : SNI , DOT dan snell

    gw pake NHK gp tech..

    BalasHapus
  19. @antokcupu
    wah mantap bener ada tiga stempel sekaligus, yang ini nih patut ditiru berapa harganya kawan? beli dimana hehehe punyaku cuman SNI doank

    BalasHapus
  20. Pake helm memang mesti yang bermutu, beberapa waktu lalu tetangga saya jatuh, dia pake helm full face tapi yang tipis. Helm pecah karena terantuk batu dan menembus kepala, alhasil dapt 5 jahitan.

    BalasHapus
  21. @anonim

    full face tapi tipis? wah sayang juga ya kl cuman bisa ngelindungi dari angin tapi tidak dari benturan? pakainya merk apa neh?

    BalasHapus
  22. w lebih memilih helm yg standar dunia dot,snell daripada hanya standar sni doang...karena sni masih belum dapat dipercaya apakah helm itu benar2 kuat dan dapat melindungi penuh si pemakainya...helm standar snell atau dot sudah jelas2 di akui oleh dunia karena keamanannya dan kekuatan helm tersebut serta kenyamanannya pun di perhitungkan dalam standar snell atau dot..helm yg w pakai skg ini Nolan N61, AGV K series, Shark RSR...
    mau motor cc kecil atau cc besar sudah sepantasnya memakai helm yg benar2 melindungi dengan maksimal,,kepala kok di obral sech....!!!!!

    BalasHapus
  23. Masih belum pake helm SNI bro! cos motor juga lom punya... he...3x!!! makasih postingannya cos membantu wat beli helm SNI ini sewaktu-waktu... salam

    BalasHapus
  24. Helm SNI pasti beda dengan helm blum lulus SNI.
    Skalian numpang promosi. Toko TMS jual HELM SNI dan aksesoris biker. Lagi ada promo nie...beli Helm SNI merk NHK, GM, VOG, MAZ atau MIX bisa dapat Angpao Hoki selama Februari. Mapir aja bro... ^^
    Info lengkap kunjungi:
    http://blog.trijayamotorshop.com/2010/02/beli-helm-sni-dapat-angpao-hoki.html

    BalasHapus
  25. @rychan
    iya nabung dulu buat beli motor, nabung info helm SNI kan lumayan jadi pas ada motor tinggal beli helm

    @clement
    ma kasih infonya, banyak banget merk helm yang dijual, nawarin reseller gak, kl harga menarik blog ini bisa jadi resellernya lho hehehe ^_^

    BalasHapus
  26. Seharusnya helm yang sudah berstandar internasional tinggal distempel SNI saja. Untuk melindungi produk dalam negeri, helm import musti distempel ulang tiap tahun dan diberi pajak. Yang punya helm seharga jutaan pasti orang berpunya kan? pasti mampu bayar pajak dong.hehehe hasil penarikan pajak bisa disubsidikan untuk masyarakat yang tidak mampu untuk beli helm SNI
    Helm SNI paling ga sampai Rp.100 ribu.

    Teori mudah prakteknya susah.

    BalasHapus
  27. kalo motornya CBR 1000RR pake helm SNI gawat tuh! sekali jatuh bisa pecah tuh helm beserta isinya

    BalasHapus
  28. @djakarta news

    betul sekali memang ada dua yang diperhatikan rupanya. Nomor satu adalah keamanan dalam berkendara dan nomor dua adalah melindungi produk dalam negeri. kalau masalah stempel, wah gak kebayang prakteknya .. .. ^_^

    @anonim
    kalau motornya keren mestinya helmnya juga ikutan keren. Semakin kencang harusnya perlindungan juga semakin tinggi, jaket kulit, sarung tangan dan tentunya helm .. ..

    BalasHapus
  29. Menanggapi komentar helm SNI, helm kl kita beli motor honda (TRX) kan udah SNI tuh (ga mungkin kan honda ngibulin pk SNI abal2) kualitas TRX aja ngenes banget, jd cm segitu ya kualitas SNI (TRX, red.)

    BalasHapus
  30. @yanggara

    hihi aku juga masih ingat tuh helm TRX itu .. .. masih kepakai sampai sekarang malah sama mertua. gak berani komentar mengenai kualitas .. .. tapi kalau gak salah helm yang aku maksudkan keluar sebelum aturan wajin ber SNI ini keluar, benar?

    BalasHapus
  31. Pemerintah mau nya apa sehhh...bikin susah rakyat aja...mank uang 150.000 siapa yang mau buang/tauan buat neli keperluan yang laen dari pada beli helm baru........

    BalasHapus
  32. emg benar gan... harusnya bukan SNI tapi pk kata2 MINIMAL SNI, br benar. bw motor kan perlu gaya jg, ya ga??
    thx..

    BalasHapus
  33. MDS juga termasuk helm ber SNI,,

    BalasHapus
  34. Pernah ngechek helm standar yang diberika oleh AHM ? gue kira malah tipis bgt, bisa di bengkokin malah....

    BalasHapus
  35. ah, ada" aja...negara ini terlalu banyak aturan yang cuma ngeberatin warga negara'a...toh aturan itu pertama" saja di jalankan, nanti'a juga masa bodo...dari pada ngurusin masalah ky gini, mendingan urusin ekonomi negara ini & usut mafia" hukum, mafia peradilan, mafian pajak, mafia di instansi" pemerintah yang sangat merugikan rakyat. contoh'a ky brother kita yang kemarin baru tiba dari singapur !!!
    gw gak perlu nyebutin nama, kita smua pasti tau siapa !!!!

    BalasHapus
  36. klo menurut saya cie helm DOT dan SNEll lebih bagus dri pada helm SNI.
    karena bahan kualitas'a sudah bersertifikat gtu kata'a..
    SNEll dan DOT juga sudah memenuhi standard Internasional.

    klo SNI mw Di perjual belikan ya pikir lagi dech sama Kualitas'a...

    dan Buat para Produsen Helm SNI jgn pengen cari keuntungan'a aja klo bisa kualitas helm'a juga di perhatikan cos bagi w harga ga penting yang penting sefty'a..
    klo SNI seharga Rp.250.000 pasti w beli klo Kualitas'a sama/ setara dengan DOT dan SNELL

    BalasHapus
  37. Helm MDS pny kakak saya blm SNI, tp saya bandingkan sama MDS yg ber-SNI ga ada bedanya.. masa harus beli lagi? harganya lumayan juga tuh, hampir 200rb.. kalo pake yg DOT boleh gak ya? ntar takutnya ditilang juga..

    BalasHapus
  38. saya setuju alinea terakhir, kalo SNI untuk safety seharusnya helm yg berstandar lebih tinggi diperbolehkan... huh dsar masa helm2 agv saya dibuang :D

    BalasHapus
  39. seatun lalu gw jatoh dari motor,nimbrung moncong Honda Jazz.. gw pake INK CL25,bli taun 2007.. alhmdulillah pe skrg masi suka ngebut biarpun helm gw gak ada SNI'nya,tp kn ad DOT'nya.. mstinya pmerintah g cuman nentuin sni doang tu,tp d list skalian helm helm merk apa aja yang boleh di pakai

    BalasHapus
  40. Helm SNI GA MESTI HARGANYA BERJUTA- JUTA.

    BalasHapus
  41. aseb hidayat2 April 2010 13.15

    bekndara selalu bnyak aturan yang di buat, memang keselmatan itu sangat penting. tinggal kesadaran kita aja pake helm mahal atau murah sekalipun. yah selalu waspada,,,,, aku pake helm bestndar sni merk kyt tp muka ku kok malah lecet,,,, gmana tuh

    BalasHapus
  42. iya nih malah jadi ngebingungin aja.. ane punya helm half n full face, yg dua DOT yg satu lg SNI tapi cuman stiker kertas..
    seharusnya peraturan ini bisa lebih diperjelas lg dalam pelaksanaannya, seperti memberikan list merk/produsen mana saja yg sudah lulus SNI..
    sekali lg ini untuk kpastian dan agar tidak di salah gunakan oleh oknum yg memang tdk bertg jawab..

    BalasHapus
  43. Kayanya kl Valentino Rossi jalan2 di Indonesia bisa kena tilang tuh sekalipun pake HELM dengan standar dan kualitas Internasional karena helm-nya tidak ber-SNI........

    BalasHapus
  44. ini sih cuma proyek 'uang kamanan' aja, mental preman pejabat di negri tercinta ini...
    kaya pelarangan rokok di tmpat umum, masalah tembakau, dll, cuma pengen malak produsen doank...!
    ntar lagi juga ilang lagi...

    BalasHapus
  45. Bisa jadi ada lobi2 dengan produsen helm neh..
    Gw punya helm WTC, pernah jatuh di jalan beton kepala duluan malah tapi sampe skarang msh di pake. Masa mesti ganti helm SNI, blum tentu kualtias nya bagus.. menang Label SNI aja. Helm gw gak ada label SNI di tilang kagak yah?? Duit lagi neh buat beli helm

    BalasHapus
  46. suatu peraturan yang mubazir :) heran sama republik ini

    BalasHapus
  47. helm polisi sendiri tidak SNI
    helm mereka udah dari jaman kapan ?

    BalasHapus
  48. Negeri penuh aturan yg membingungkan, klo hrs berlogo SNI, helm yg lama dipakai apa walaupun udah sesuai dg ketentuan SNI tapi tdk ada logo SNI, Duit lagi yang harus dikeluarin rakyat yang makin sulit untuk hidup ini. Lebih parah lagi bila polisi taunya ada logo SNI atau tdk.

    BalasHapus
  49. mnurut gw sih, yg penting kepala lo aman, minimal SNI, kalo make yg lebih bagus malah lebih ok (DOT ato SNELL), jd kalo (amit2) accident, helm lo bisa nahan kepala biar gak penyok, jd kl ada polisi nilang lo pake DOT ato SNELL, hajar aj lampu depannye pake helm lo, mana yg pecah...

    BalasHapus
  50. joko laki.

    minimal berstandar SNI.
    asal uda bersertifikasi DOT or SNELL secara otomatis uda lulus SNI donk...
    gitu aja kok repot...

    BalasHapus
  51. ada yg tau helm merk SNAIL itu udah SNI, DOT atau SNELL ya? harganya sih 400rb an..

    BalasHapus
  52. kasian sama yg punya profesi kerja sebagai karyawan yg kelas mengengah kebawah atau pedagang musiman," boro boro mikirin helm ber "SNI" mikirin bisa dapur ngebul aja udah bersyukur

    BalasHapus
  53. yang helmnya standar dot kayak kyt gimana yak?
    punya saya yang double visor
    padahal yang keluaran sekarang ada logo sni nya

    BalasHapus
  54. kalo gk SNI emang kenapa? yang penting helm uang dipake memenuhi standar keamanan....

    BalasHapus
  55. Ah pemerintah terlalu banyak aturan yang tidak sinkron dengan kondisi rakyat sekarang.........

    Klo menurut saya helm apa saja bisa dipakai yang PENTING kan Kenyamanan si pengendara.

    Dan pertanyaan saya adl...
    Apa helm Polisi di Indonesia sudah ber-SNI????

    BalasHapus
  56. gua pake help INK yg bisa dibuka rahangnya, dan udah DOT. gua beli tahun 2006 awal.
    gua males banget klo disuruh beli helm yg SNI lagi. helm gua lebih bagus kok dari yg SNI :D

    BalasHapus
  57. Biar tangan patah, kaki keseleo, badan besut2, yang penting kepala aman...setuju gak???
    apa gak lebih penting bnerin jalan yang rusak? Rambu lalu-lintas yang sering ngadat?taw lampu pnerangan jalan yang gak lebih terang dari lampu sempor???
    susah emang ngertiin dewa2 itu...

    BalasHapus
  58. helm gw arai...
    tar gw d'tilang dong sama bapak polisi...
    masa helm gw d'tukar d't4 penukaran helm SNI ( AHM )....
    rugi berapa gw.....

    BalasHapus
  59. Helm Gw GIVI HPS 9 Gmana Tuh ga ada label SNInya kena tilang Jg?

    BalasHapus
  60. @all

    masih kontroversi memang nih .. .. per 1 April kemarin kalau lagi di jalan, gw iseng liat kanan kiri sambil ngelamun.

    tiba2 ada polisi lagi ngatur lalu lintas, iseng deh gw. Gw liatin satu per satu helm mereka yang warna putih itu .. ..

    kayanya sih gak ada tulisan SNI nya, mulai dari helm polwan sampai helm polantas lain.

    (btw karena gw ber kacamata, bisa aja tulisan SNI nya gak keliatan) muga2 aja helm mereka juga udah ber SNI ya!

    BalasHapus
  61. peraturan yg merepotkan.........


    terlalu muluk muluk.......

    BalasHapus
  62. yg penting kan kepalanya aman dari benturan aja......
    g perlu lah mikirin merk yg A lh, yg B lh.....
    capek.....

    BalasHapus
  63. buat gw yg penting safety first, persetan dengan SNI, bukannya nyombong, gw pake AGV GP tech yg jelas2 bersertifikat international aja masih ditilang. sebenernya yg bego tuh siapa pejabatnya ato aparat kepolisiannya yg buta ga tau sertifikat international berstandard jauh diatas SNI..??? besok gw tester kalo helm gw pecah pas dijedokin ke polisi berarti helm gw yg harus buru2 diganti pakai SNI

    BalasHapus
  64. ini paling proyek orang2 tertentu, biar dapat keuntungan....biar semua orang harus beli helm SNI, lagu lama.....alih2 demi keselamatan...hahaha....sekali lagi rakyat indonesia di bobo'ongin

    BalasHapus
  65. helm yang saya pakai merk WTC full face ada tulisan R alias trademark dan di belakang helm ada tempelan bertuliskan QC final passed menurut anda2x sekalian bagaimana apakah helm saya menyalahi aturan para polisi yg harus mengunakan helm standar SNI atau tidak menurut anda".trims

    BalasHapus
  66. @all

    mungkin perlu ada petisi dimana helm dengan kualitas diatas SNI boleh dipergunakan/minimal disebutkan bahwa helmnya bukannya "harus SNI" tetapi minimal memiliki "kualitas SNI"

    kalau menurut saya pribadi, helm dengan kualitas diatas SNI masih pantas dipakai, karena gak seru juga kalau harus ber SNI tetapi kualitasnya belum tentu lebih baik

    BalasHapus
  67. SNI harusnya ditekankan pada produsen helm. Sehingga bukan pengguna helm saja yang menjdi target penertiban. Sedang pada konsumen/pemakai lebih ditekankan pada pengetahuan tentang sisem keamanan berkendara, dan requirement standar helm, sehingga bisa memilih helm yang sesuai dengan regulasi yang berlaku.

    BalasHapus
  68. SNI itu sebenarnya lebih untuk proteksi bisnis. Tapi bahasa politiknya pasti beda. Gak bakal dibilang karena urusan bisnis. Dan jadi terlihat aneh, karena Nolan yang lebih mahal dan aman jadi tidak sesuai aturan. Sama saja seperti ISO di luar negeri. Semua karena proteksi bisnis. Serangan produk Cina cuma bisa ditangkal dengan SNI. Tapi mudah-mudahan produsen lokal mau memperbaiki kualitas, karena nantinya hukum pasar tetap berlaku. Tanpa perbaikan infrastuktur dan kualitas, SNI juga bakal jebol.

    BalasHapus
  69. Ane pake helm Arai RX7 ivrr. Motor ane supra x 125. Gw milih helm tsb karena udah teruji di event2 dunia. en gw blom pernah liat helm sni di pake di event2 dunia. en gw sayang ma kepala....

    BalasHapus
  70. ooohh gitu yahh??soalnya setau ane, helm yang ada tulisan DOT busanya pasti bisa dicopot,,, jadi kirain ane setiap helm berstiker DOT = BUSA pipi bisa dicopot..CMIIW

    nb: bisa minta link sumber penjelesannya DOT ente gak??peace..

    BalasHapus
  71. @anonim
    link yang dari ducati monster belum di coba sob?
    disitu ada penjelasan tentang dot dan sni kan?

    BalasHapus
  72. Great Blog..!!!! Keep Blogging.... :)

    BalasHapus
  73. ehm... ehm..... kayaknya saya hampir membaca smua koment tapi sangat jarang n banyak yg kurang mengerti mengapa...??? Helm yg di perbolehkan Hanya Helm Bersertifikasi SNI sja di INDONESIA.....
    Menurut saya, dan jga setelah mendapat info dri Nara Sumber terpercaya Ketua AIHI (Asosoasi Industri Helm Indonesia ) Mr. Jhon Manaf.... mengatakan.... : "Peraturan UU lantas 18 - 11- 2007" Mengenai pemberlakuan SNI. maskdunya adalah untuk mengatasi era Globalisasi n Pasar Bebas yg mengancam Produsen Helm di Indonesia....Bukan karena Helm SNI berstandar/ b'kualitas diatas standar SNELL n DOT... tapi setiap negara mempunyai kewenangan n hak untuk melindungi Produsen Helm di negaranya... termasuk di INDONESIA dgn standar SNI nya.... sekian n terima kasih....

    BalasHapus
  74. @ahmad yani

    memang kalau tujuannya untuk melindungi industri helm memang wajar kalau perundangan ini keluar.

    yang menjadi permasalahan kan memang kualitas helm nya itu lho brother, kan gak mungkin bikers yang terbiasa pakai helm standar internasional, dipaksa pakai SNI produksi dalam negeri.

    Kalau ini dikaitkan dengan keselamatan kan gak pas juga bro .. ..

    di luar sana ada lho yang bener2 milih hanya memakai helm luar dengan alasan "lebih terlindungi"

    BalasHapus

Punya pendapat yang berbeda?
Ingin bertanya lebih lanjut?

Kami sangat berterima kasih bila anda berkenan untuk menuliskan beberapa patah kata di kotak komentar kami

:: klikmenurutsaya ::