Advertorial Bisnis Online

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri mengembangkan bisnis kantor. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri mengembangkan bisnis kantor. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Motivasi Bisnis di Tengah Pandemi Virus Corona

Tidak ada komentar:

Beberapa waktu lalu seorang teman memberikan posting yang cukup bagu untuk motivasi diri. Kira - kira bunyinya begini

"Kok masih malas - malasan? Yakin masih mau kerja di usia tua"

Sebuah pengingat bagi dirinya untuk terus mengembangkan bisnis dan pantang menyerah menghadapi liku liku bisnis, setidaknya begitu teman saya bicara.

Lalu saya membalas, sebetulnya bukan yakin masih mau kerja di usia tua, melainkan apakah kita masih mampu bekerja hingga usia tua?

Dari cerita tersebut, cobalah dipahami bahwa tidak semua orang memiliki usia hingga tua. Kalaupun hingga tua, tidak semuanya memiliki fisik yang sehat sehingga masih bisa berusaha dan mengembangkan bisnis.

Untuk alasan inilah saya mengingatkan kepada teman - teman pebisnis pusat informasi termasuk sebagai pengingat bagi saya bahwa terus berusaha adalah sebuah keharusan.

Tidak apa - apa bersantai sejenak namun kita harus tetap memiliki batasan waktu yang jelas dan target yang jelas mengenai pencapaian bisnis yang ingin kita dapatkan.

Teman saya memiliki usaha rumah makan yang cukup ramai di sebuah kota di Jawa Timur. Saya sempat ingin buka juga rumah makan sederhana yang menyajikan makanan kas madiun di kota saya saat ini.

Bukannya sambel pecel buatan saya enak sih, namun selera pecel orang - orang di sekitar agak berbeda dengan apa yang saya suka. Dan saya yakin mereka yang berasal dari madiun juga merasakan hal yang sama.

Ini berarti peluang usaha warung makan nasi pecel masih terbuka lebar di kota saya.

Balik deh, ketika teman saya berhasil dengan usaha rumah makan, saya ikut senang. Ada sedikit rasa iri sih dengan keberanian dia untuk resign dari tempat kami bekerja dan mengembangkan usaha sendiri

Well, hidup itu pilihan, dia memilih untuk tidak bekerja dibawah kendali orang.

Namun hari berganti, saat ini bulan April 2020 Virus Corona menjadi Pandemi di dunia. Saat saya menulis artikel ini, setiap hari setidaknya masih muncul lebih dari 150 orang yang terkena virus Corona.

Apa yang terjadi dengan bisnis di Indonesia?

Hampir semua sektor perekonomian melambat percepatan bisnisnya.

Larangan untuk social distancing memaksa moda transportasi mengurangi armadanya.

Pemeritah melalui kebijakan work form home (WFH) mengurangi jumlah pekerja kantor yang masuk setiap hari hingga 50%

Ini berarti bisnis bagi usaha yang dijalankan melalui kantor akan menurun. Bila menurun menurutmu bisnis yang mereka jalankan menurun juga kan?

Lalu bila pada batasan tertentu pasti ada pengurangan pegawai bukan?

Sekarang kita keluar kantor dulu ya

Mungkin sudah banyak dibahas di group WA, ataupun di Facebook, Twitter maupun Instagram

Banyak sekali mereka yang usahanya tergantung dari pekerja kantoran terimbas.

Penjual nasi goreng di depan kantor, warung - warung makan di sekitar kantor, tukang ojek online hingga Mall itu sendiri.

Kembali ke teman saya, usaha rumah makannya juga terkena imbas pandemi Virus Corona. Sepi sudah jelas, tetapi semangat tidak boleh turun. Bisnis harus tetap jalan supaya asap dapur tetap aman.

Disini saya mengingatkan pebisnis pusat informasi dan saya sendiri bahwa masih penting memiliki pendapatan rutin setiap bulan.

Tidak apa - apa membuka usaha selama resiko yang serupa virus Corona ini bisa ditangani.

Akhirnya teman saya mencoba untuk mengembangkan lagi bisnis online yang selama ini ditinggalkan yaitu menulis artikel.

Kembali ke koreksi saya di pepatah awal cerita tadi ya


"Kalau kamu masih bermalas - malasan, apakah kamu yakin di masa tua mu kamu masih sanggup bekerja?"

Bila dari dulu setelah memiliki usaha rumah makan, teman saya masih rajin menulis artikel, rajin jualan online produk lokal kota dia secara online, walaupun terimbas pandemi seperti ini, saya yakin pendapatan bulannya setidaknya tidak terlalu turun.

Tetap semangat ya pebisnis pusat informasi!

Ingat jangan taruh seluruh telur di sebuah keranjang

Tips Mencairkan Western Union

Tidak ada komentar:
Masih seputar bisnis online dan google adsense, rasanya semenjak tahun 2012 penulis belum pernah sharing cara pencairan Google Adsense melalui Western Union. Sudah beberapa kali sih mencairkan namun rata-rata dicairkan di Kantor Pos dan tidak bisa di BRI Unit, apa lagi Indomaret!

Pertama mencairkan Google Adsense sudah lama banget, padahal waktu itu hanya bermodalkan fasilitas Google Search, lamanya menunggu payout minta ampun belum lagi cemooh keluarga yang menurunkan motivasi dengan kata mutiara sadis "gak mungkin bisa dibayar google!".

"Sekalinya dibayar baru deh mereka ikut jejak saya"

Lanjut ya mengenai cara mencairkan western union dari Google Adsense.

Sebetulnya pembayaran Google Adsense melalui western Union dapat dicairkan di seluruh rekanan western union di Indonesia. Ada yang berupa agen resmi berbentuk rumah (namanya juga agen), tetapi ada juga skala besar seperti Kantor Pos, Bank BRI maupun Indomaret.


Pencairan Google Adsense di Bank BRI

Di Tahun 2017 ini penulis pernah mencoba mendatangi Bank BRI namun ternyata fasilitas Western Union di Bank BRI sudah lama tidak aktif alias mereka sudah tidak melayani pembayaran dan pengiriman uang melalui Western Union. Mungkin Bank BRI sendiri mengembangkan pengiriman uang ke luar negri, begitu pikir saya ^.^


Pencairan Google Adsense di Indomaret

Western Union sebetulnya bisa dicairkan di Indomaret, terbukti banyaknya indomaret yang memampang tulisan western union segede gaban dibawah logo Indomaretnya sendiri. Namun demikian menurut pengalaman penulis, tidak semua indomaret yang memiliki stiker western union mau dan mampu mencairkan western union dari Google Adsense.

Pertama yang saya sebut mau adalah, kadang mereka tidak mau repot melayani pencairan Google Adsense lalu dengan enteng akan bilang form nya habis, Western Union sedang error dsb. Kedua yang saya sebut tidak mampu adalah belum tentu kepala toko atau tim kasir yang saat itu jaga, bisa melayani pencairan western union T.T

Saya pribadi lebih suka sesuatu yang handal, maka dari itu mulai sekarang penulis tidak mau mencairkan Google Adsense via Western Union di Indomaret ^.^


Pencairan Google Adsense di Kantor Pos

Nah ini dia pilihan handal saya untuk pencairan Google Adsense, Kantor POS! Kantor Pos sendiri buka di jam kerja. Rata-rata minggu tutup namun sabtu masih buka, lumayan cukup lah pencairan Google Adsense di hari Sabtu bagi pekerja seperti saya.

Cara pencairannya cukup mudah kok, pembaca hanya perlu membawa beberapa hal sbb :
  1. Kode MTCN (Money Transfer Control Number)
  2. Data pengirim (cukup nama dan alamat saja)
  3. Data penerima (penerima datang sendiri, tidak bisa dikuasakan)
  4. Menunjukkan kartu identitas asli yang masih berlaku (e-KTP)
  5. Menyerahkan dua lembar fotokopi e-KTP.
Setelah membawa 5 data tersebut, kita hanya perlu mengisi form dibawah ini :

gambar western union kantor pos
Form Western Union Kantor Pos (klik to enlarge)
Setelah semua terisi, petugas Kantor Pos akan memproses pemabayaran Western Union melalui aplikasi agen WU yang mereka miliki. Kita mungkin dipersilahkan menunggu sembari mereka menghitung nominal uang yang akan kita tarik. Bila nominalnya terlalu besar dan Kantor Pos tidak memiliki Cash, bisa saja permohonan pencairan kita ditolak T.T

Saran saya datang ke kantor pos agak pagi, mereka mungkin masih memiliki tunai yang kita perlukan. Bila memang kita mencairkan Google Adsense dengan nominal lebih dari $200 sebaiknya menggunakan transfer bank saja ya ^.^ Apa itu Bank Transfer, saya jelaskan di lain waktu ya hehe biar stay tune disini lah.

Bisnis di dalam Kantor

Tidak ada komentar:

bisnis di dalam kantor

Rekan pembaca, sejatinya ada banyak sekali cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan atau yang disebut dengan sampingan. Bahkan ternyata ada banyak sekali cara mengembangkan bisnis di dalam kantor diantarnya tentu saja dalam bentuk online maupun berdagang barang secara off line.

Di sekitar penulis ada banyak sekali rekan yang mengembangkan bisnis di dalam kantor. Memang terkadang perusahaan memberikan peringatan entah secara langsung atau berpesan lewat ustad pada saat pengajian, namun rupanya masih tetap banyak rekan penulis yang mengembangkan bisnis di dalam kantor.

Beberapa contoh bisnis di dalam kantor diantaranya adalah usaha simpan pinjam, berjualan sarapan, berjualan keripik pedas (maichi atau karuhun), jasa pembelian barang di pasar grosir, berjualan sepatu, berjualan seragam, berjualan aneka barang via social networking (BB dan Facebook) dsb. Bagaimana cara berbisnis di dalam kantor?


Usaha Simpan Pinjam

Ada dua rekan penulis yang mengembangkan usaha simpan pinjam ini di dalam kantor. Keduanya memberikan jasa bagi penabung sebesar 1% per bulan dan melayani rekan sekantor yang membutuhkan pinjaman denga bunga 2% per bulan.

Untuk menarik pelanggan, rekan saya memberikan bonus kepada peminjam dan penabung dari selisih bunga yang dia dapat dalam bentuk barang sesuai dengan besar kontribusi mereka dalam pengembangan usaha simpan pinjam tersebut.


Berjualan Sarapan

Satu hal unik yang sedang booming di kantor saat ini adalah bisnis makanan yang dijual saat sarapan. Kebetulan pekerja di kantor kami rata-rata berasal dari luar kota dan tidak tinggal bersama istri / suaminya. Banyak dari mereka tinggal di rumah kost atau apartement.

Pasar ini rupanya sangat menarik bagi sang founder yang sekarang memiliki lebih dari 10 orang pelanggan setiap hari. Menurut pengakuan dia, semua makanan tersebut dia beli di warung dekat rumah kemudian dia jual lagi di kantor.

Kalau dihitung setiap bungkus dia mendapatkan laba sebesar Rp. 2.000. Tidak besar memang tetapi dengan pembeli minimal 10 orang, maka minimal dia menghasilkan 20rb per hari atau setara 400rb per bulan dari usaha berjualan sarapan.


Berjualan Kripik Pedas

Satu bentuk cemilan yang sedang booming di kantor adalah keripik pedas. Setidaknya ada dua merek keripik yang saat ini disukai yaitu karuhun dan maichi. Menurut pengamatan penulis memang keduanya memiliki pelanggan tetap sendiri-sendiri.

Analisa singkatnya mungkin begini, dengan melakukan pembelian dalam partai besar, rekan penulis mendapatkan harga diskon yang lumayan banyak. Menurut pengakuan seorang rekan, dia mendapatkan selisih harga beli dan jual mencapai Rp. 3.000 per bungkus.

Hingga tengah hari ini saja kalau diperhatikan dia sudah menjual lebih dari 10 bungkus kripik pedas. Mungkin kalau di total pendapatan bersih mencapai 22 x Rp. 30rb = Rp. 660rb.


Jasa Pembelian Barang

Iya, hanya satu orang yang menekuni usaha ini. Dia melayani apapun yang dibutuhkan oleh rekan sekantor yang harus dibeli di pasar grosir. Dia mungkin tidak mengambil banyak keuntungan dari sini. Satu jenis barang (pembelian secara partai) dia hanya mengambil kurang lebih Rp. 1.000 - Rp. 5.000 atau dengan kata lain hanya sekedar pelengkap agar uang yang dibayar adalah pas, tanpa recehan ribuan atau dua ribuan. Namun demikian, jasa pembelian barang ini rupanya tidak sepi. Setiap weekend, ada saja rekan yang memesan barang.


Berjualan via Social Network

Salah satu bentuk penjualan online yang booming adalah berjualan via facebook dan BBM. Kedua fasilitas social networking ini rupanya cukup ampuh untuk menggaet konsumen loyal tersendiri.

Penjualan via social network rupanya juga sering dilakukan oleh beberapa rekan. Terbukti dari seringnya BBM masuk terutama bila dia selesai melakukan update dagangan.

Tetapi sebetulnya bukan rahasia lagi bila dia mendapatkan barang bukan dari sumbernya alias dia bertindak sebagai reseller. Untuk inilah dengan waktu yang tidak terlalu banyak, penjualan via networking rupanya masih terlihat sebagai bisnis yang menjanjikan.

Bisnis Rumah Kos

2 komentar:

Salam pembaca bisnis, mohon maaf karena sedikit kesibukan di kantor dan di rumah blog pusat informasi agak terabaikan. Adalah benar bahwa kita memiliki waktu sehari hanya 24 jam, untuk itulah rumah, kantor dan internet harus benar-benar seimbang. Berawal dari batasan inipulalah kita akhirnya mengembangkan bisnis bukan?

Untuk menembus batasan waktu dalam sehari kita memang harus membangun bisnis (online maupun offline) sehingga kita bisa melewati batasan kuadran yang diajarkan buku-buku terkenal seperti Rich Dad and Poor Dad

Langsung aja ya, kali ini saya ingin sharing tentang bisnis rumah kos. Rekan-rekan tentunya sudah tahu bahwa strata tertinggi dari bisnis properti bukanlah jual beli namun sewa menyewa properti. Bisnis rumah kos memang sudah banyak dikenal oleh pebisnis manapun, untuk itulah kita perlu meningkatkan daya saing.

Meningkatkan Daya Saing Rumah Kos

Ada banyak sekali cara untuk meningkatkan persaingan mendapatkan penyewa pada rumah kos diantaranya adalah :

1. Lokasi tempat kos
2. Transportasi dari dan ke tempat kos
3. Harga sewa
4. Fasilitas yang disediakan

Saat ini saya hanya ingin menyoroti masalah fasilitas, karena dari sinilah kita bisa meningkatkan daya saing sehingga rumah kos yang kita miliki lebih diminati dari yang lain. Fasilitas dapat terdiri dari telp, kamar mandi, cuci/setrika hingga masalah makanan. Nah mengenai masalah makanan anda tentu sering mendengar bahwa ada rumah kos yang menyediakan nasi putih untuk penyewanya bukan?

Sebagai pengguna kos, mereka menginginkan untuk mendapatkan rumah kos harga murah dengan fasilitas terbaik. Saya ingin lebih membahas mengenai makanan. Sebetulnya sebagai pengusaha kos, anda bisa saja menarik hati penyewa dengan menyediakan nasi putih, namun apakah hanya sebatas itu?

Ada satu hal yang ingin saya share dan menjadi topik artikel bisnis kali ini. Sebagai pengusaha rumah kos, anda tentunya ingin agar rumah kos tersebut memberikan hasil maksimal dengan waktu minimal (sesuai prinsip kuadran), untuk itu anda memerlukan penunggu kos yang bertugas membersihkan rumah kos dan melakukan penagihan sewa.

Dalam hal ini anda bisa saja memberikan peluang kepada penunggu kos untuk mendapatkan uang lebih dengan melayani keperluan makanan penyewa kos. Apabila anda telah memberikan fasilitas nasi putih, mungkin si penunggu kos bisa bertugas untuk “memasakkan” lauk tertentu yang diinginkan oleh penyewa.
Yang saya maksudkan bukan membuka warung makan, hanya saja si penunggu kos hanya memasak apabila penyewa ingin makan lauk tertentu saja. Dengan hal ini penyewa mendapatkan servis lebih dengan harga lebih murah tentunya dengan kualitas kebersihan makanan yang lebih baik.

Dari sisi penunggu kos, maka dia akan mendapatkan pendapatan tambahan sehingga dia menjadi lebih loyal. Sebagai pemilik rumah kos maka anda akan mendapatkan karyawan loyal dengan penyewa rumah kos yang senang.

Ada pendapat?


Bisnis Online - Sebuah Pengalaman

Tidak ada komentar:
Saya heran ternyata dari beberapa rekan yang saya kenal, banyak dari mereka yang belum sadar akan hebatnya bisnis online. Ada satu rekan saya yang saat ini tengah mengunduh sukses dengan membuka toko onlinenya yang banyak menjual produk rumah tangga seperti selimut, bantal, produk bayi.

Pemikiran Pegawai Tentang Bisnis Online

Saya kemudian berpikir mungkin mereka melihat bahwa untung yang bisa didapat dari bisnis online hanya sedikit dibandingkan gaji bulanan mereka. Wah kalau itu seh memang betul hehehehe. Tapi jangan lupa yang namanya bisnis online bekerja 24 jam bahkan pada saat kita tidur. Bisnis online juga bisa diwariskan kelak pada keturunan kita seperti halnya kita memiliki sebuah toko offline.

Teman saya yang gajinya sudah besar ini mungkin terlalu sibuk untuk membuka internet dan membuat sebuah situs toko onlinenya sendiri. Tapi sebagai perbandingan teman saya yang satunya (gajinya lebih besar) malah berencana membuka toko online dan offline sekaligus dan mengambil pensiun dini kelak bila ada kesempatan. Hehehe terbayang tidak berapa omzet dia per bulan. Dia yang punya toko online ini bekerja di perusahaan telekomunikasi pertama dan terbesar di Indonesia sedang yang satu lagi (yang belum aware akan bisnis online) di perusahaan telekomunikasi besar juga namun lebih konsentrasi di GSM.

Saran Untuk Bisnis Online

Saya sendiri - belum punya toko online – lebih menyarankan kepada kamu untuk mengerjakan keduanya yaitu tetap bekerja dan membuka bisnis online maupun bisnis sampingan lainnya. Mengapa harus tetap bekerja? Ini dimaksudkan agar kesehatan kamu terjamin, maksudnya adalah mendapat asuransi kesehatan dari perusahaan. Jadikan bisnis online sebagai pekerjaan sampingan yang menyenangkan dengan penghasilan yang bisa kamu kontrol sendiri.

Tentunya bila kamu menginginkan penghasilan lebih dari bisnis online yang saat ini digeluti, kamu harus meluangkan waktu lebih untuk bisnis online tersebut bukan? Nah hal ini harus kamu perhitungkan dengan pekerjaan utama kamu saat ini. Kamu tentu tidak ingin di beri surat teguran karena terlalu berkonsentrasi dalam mengembangkan bisnis online menggunakan internet di kantor bukan :D